2 Kali Jadi Wapres, Ferdinand Sebut JK Melakukan Aksi Buzzer, Mungkinkah?

2 Kali Jadi Wapres, Ferdinand Sebut JK Melakukan Aksi Buzzer, Mungkinkah?
Jusuf Kalla dan Airlangga Hartarto. (foto: pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Jusuf Kalla (JK) pernah jadi Wapres era SBY dan Jokowi. Meski begitu, Ferdinand Hutahaean berani menyebut JK sedang bermain opini negatif terhadap Jokowi.

Ferdinand Hutahaean menilai Jusuf Kalla sedang bermain opini saat ini. Dia menilai JK sedang bermain opini untuk menciptakan stigma buruk terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Bacaan Lainnya

“Saya pikir Pak JK hanya sedang bermain opini ya. Untuk menciptakan stigma buruk, stigma negatif terhadap Pak Jokowi saat ini,” ucapnya kepada wartawan, Senin (15/2).

Ferdinand juga menilai Presiden Jokowi justru tidak pernah melaporkan orang lain karena mengkritik.

Menurutnya, JK juga sedang melakukan aksi buzzer karena menyampaikan suatu yang bermuatan kepentingan tertentu.

Dengan pernyataan seperti itu, menurut Ferdinand, JK bisa sedang disebut sedang mem-buzzer.

Baca Juga: Respons Laporan GAR ITB, Jazilul Fawaid: Anehnya Yang Diurus Label Radikal, Pak Din Track Recordnya Tokoh Perdamaian Dunia

Karena apa? Karena buzzer ini menurut Ferdinand adalah orang tertentu yang sedang menyampaikan sesuatu untuk kepentingan tertentu.

Baca Juga  Acara KAMI Di Karawang Cuma Nobar Film PKI, Bukan Deklarasi

“Dan kepentingannya apa di sini Pak JK menyampaikan itu,” tanya pria asal Medan ini seperti dilansir detikcom.

“Sementara faktanya Pak Jokowi tidak pernah melaporkan satu orang pun, tidak pernah memenjarakan satu orang pun karena mengkritik,” jelasnya lagi.

Dia pun meminta agar Jusuf Kalla bercermin dulu sebelum berbicara.

“Bahasa terangnya mungkin ya, becerminlah sebelum berbicara,” kata Ferdinand Hutahaean saat dihubungi, Senin (15/2/2021).

Baca Juga: JK Dituding Provokasi Masyarakat Karena Kritik Pemerintah, PKB: Awas, Merugikan Jokowi

Menurut Ferdinand, JK sudah lupa bahwa keluarganya pernah melaporkan orang lain karena mengkritik. Ferdinand menyinggung dia sendiri yang dilaporkan oleh putri Jusuf Kalla atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Mungkin beliau lupa bahwa putra beliau dan putri beliau pernah melaporkan orang dengan tuduhan mencemarkan nama baik,” katanya.

“Salah satunya Silferfester Maturtina, sahabat saya, dilaporkan pada 2017 lalu oleh putera beliau. Dan baru saja beberapa waktu lalu, putri beliau juga melaporkan saya ke kepolisian dengan pencemaran nama baik,” ungkapnya.

“Nah, ini yang saya sebut bahwa justru Pak JK ini lupa dengan apa yang terjadi, tidak ingat atau apa,” kata Ferdinand.

Mantan politisi Demokrat ini juga menyinggung soal pengesahan UU ITE. Menurutnya, UU ITE disahkan saat Jusuf Kalla menjabat Wapres ke-10 atau berpasangan dengan Presiden SBY saat itu.

Baca Juga  Positif Covid-19, Begini Kondisi Ali Mochtar Ngabalin

“Beliau mungkin lupa, bahwa beliau pernah menjadi wakil presiden di zaman Pak SBY. Kala itu lahirnya UU ITE dan menjadi wakilnya Pak Jokowi 2016. Di mana UU itu pernah direvisi,” jelasnya.

Baca Juga: Pernyataan JK Sindiran Halus Bagi Jokowi Atas Peristiwa Politik Di Indonesia

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait