Vaksin Corona
Ilustrasi vaksin corona(Foto: Shutterstock)

40 Juta Vaksin Corona Tiba Desember, Luhut Sebut Fase Kritis RI Tinggal 2 Bulan

IDTODAY NEWS – Pemerintah memastikan vaksin corona sebanyak 40 juta akan mulai masuk Indonesia pada Desember 2020. Adapun Indonesia menempuh dua jalur dalam mendapatkan vaksin tersebut.

Untuk jangka pendek, Indonesia bekerja sama dengan perusahaan medis asal China, Sinovac, dan G42 yang berpusat di Uni Emirat Arab.

G42 bekerja sama dengan perusahaan medis asal China, Sinopharm. Vaksin COVID-19 dari Sinovac kini tengah dilakukan uji klinis tahap ketiga di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga  Jubir Wapres: Pemerintah Tak Akan Suntik Vaksin Tanpa Fatwa MUI

“Karena Desember itu vaksin udah mulai masuk mungkin ada 40 juta. Maka critical time kita adalah dua bulan ke depan. Setelah itu pada kuartal satu tahun depan, keadaan akan jadi makin baik,” katanya dalam kuliah umum virtual Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia YouTube FEB UI pada Jumat (18/9).

Nantinya, kata Luhut, vaksin akan terus ditambah seiring berkembangnya waktu. Ia pun berharap pada awal tahun depan aktivitas ekonomi akan lebih baik.

Baca Juga  Doni Monardo: Vaksin Tidak Serta Merta Menghentikan Covid-19

“Sekarang sudah secure 30 juta (vaksin). Nah januari kita punya 50 juta pada tahun 2021 ada 220 juta vaksin. Jadi saya kira kebebasan kita lebih bagus. Jangan sampai ada second wave kita,” jelasnya.

Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 695,2 triliun. Anggaran ini dibagi ke dalam enam klaster salah satunya perlindungan sosial sebesar Rp 203,90 triliun. Luhut bilang realisasi program PEN secara keseluruhan sudah 40 persen.

Baca Juga  Luhut Sebut Ekspor Benih Lobster Dinikmati Rakyat, Pengusaha Ungkap Kejanggalan

“Per hari ini, kita baru membelanjakan baru lebih mendekati 40 persen-45 persen kira-kira hari ini,” katanya.

Sampai 17 September 2020, pencairan anggaran PEN baru mencapai Rp 254,4 triliun atau 36,6 persen dari pagu sebesar Rp 695,2 triliun.

Sumber: kumparan.com

Tinggalkan Balasan