Ada Kenangan Jokowi dan Prabowo di BUMN yang Akan Dibubarkan

  • Bagikan
Ada Kenangan Jokowi dan Prabowo di BUMN yang Akan Dibubarkan
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto/Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden

IDTODAY NEWS – Sebanyak 7 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dibubarkan alias ditutup karena sudah lama tidak beroperasi. Rencana itu dibeberkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

“Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh BUMN yang memang sudah lama tidak beroperasi, ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung,” kata Erick dikutip Jumat 24 September 2021.

Salah satu BUMN yang akan dibubarkan itu adalah PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Jika dirinci sejarahnya, ternyata perusahaan pelat merah ini punya hubungan emosional dengan Presiden Joko widodo.

Baca Juga  Utang Luar Negeri Indonesia Kini Tembus Rp 6.071 Triliun

BUMN yang berdiri tahun Aceh Utara 1983 itu pernah jadi saksi bisu pengalaman orang nomor satu di Indonesia. Kurang lebih 2 tahun pengalaman Presiden Jokowi bekerja di sana pada tahun 1985. Saat bekerja di situ, Ibu Negara Iriana Joko Widodo dikabarkan sedang hamil. Jokowi sendiri belum berkomentar terkait rencana teranyar pembubaran BUMN ini.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ternyata juga sempat berhubungan dengan perusahaan tersebut. Berdasarkan catatan VIVA, Prabowo menguasai lahan ribuan hektare di wilayah Aceh.

Baca Juga  Tantang Pengkritik Temui Jokowi soal Penanganan Covid, Megawati: Kegagalannya di Mana?

Perusahaan Prabowo bernama Tusam Hutani Lestasi di Aceh adalah pemasok kayu pinus sebagai bahan pembuat kertas ke Kertas Kraft Aceh. Belum diketahui, apakah Menhan Prabowo pernah bertegur sapa langsung dengan Presiden Jokowi di sana.

Dalam pemberitaan VIVA tahun 2012, Menteri BUMN Dahlan Iskan optimitis PT KKA dapat dihidupkan kembali karena saat itu sudah berhenti beroperasi. Sebab, sumber bahan baku kertas KKA yang terletak di Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dimiliki oleh Prabowo Subianto diserahkan seluruhnya kepada Inhutani IV.

Baca Juga  Omnibus Law Izinkan WNA Beli Apartemen, Pemerintah Akan Atur Harga Minimal

“Kemarin saya mendapatkan laporan, Pak Prabowo, demi Aceh merelakan melepaskan haknya di HTI untuk diberikan kepada Inhutani IV,” kata Dahlan Iskan pada Selasa 4 September 2012 lalu.

Menurut Dahlan, komitmen Prabowo itu disambut gembira oleh masyarakat Aceh, mengingat rakyat Aceh menganggap keberadaan KKA sebagai sesuatu yang penting. Dengan tersedianya bahan baku, pabrik kertas kebanggaan masyarakat Aceh itu dapat berjalan kembali.

Baca Juga  China Takuti Nelayan di Natuna, Prabowo Siapkan Kapal Canggih dari Inggris

“Bahan baku pabrik kertas KKA sedikit berbeda, karena harus pohon yang mengandung long fiber dan panjang. Dulu, KKA mempunyai pohon tersebut sekitar 60 ribu hektare tapi sejak reformasi HTI tersebut bermasalah,” katanya.

Untuk diketahui, PT Kertas Kraft Aceh adalah BUMN penghasil kertas kantong semen. Kompleks pabrik PT KKA dibangun pada tahun 1985 di atas lahan seluas 219,2 hektare yang berlokasi desa Jamuan, kecamatan Banda Baro, kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Baca Juga  Lenyap dari Fortune Global 500, Natalius Pigai: Pertamina Didowngraded, Bisa Saja (Ahok) Dihadiahi Menteri

Sempat beroperasi dan berproduksi secara komersial, namun akhir 2007 sampai saat ini, PT KKA resmi berhenti beroperasi dikarenakan berbagai alasan. Kertas Kraft Aceh juga sempat mengajukan permohonan pernyataan pailit di Pengadilan Niaga Medan.

Sementara pada 2019, sudah ada rencana melakukan merger Kertas Kraft Aceh dan Kertas Leces. Tapi, perusahaan ini tak mampu bertahan. Salah satunya masalah yang terjadi yaitu karena mesin-mesin produksi yang sudah tua.

Baca Juga  Budi Hartono Orang Terkaya Indonesia Kirim Surat ke Jokowi Tolak PSBB Total

Sumber: viva.co.id

  • Bagikan