Airlangga Hartarto Laporkan Realisasi Anggaran PEN Capai 50,7 Persen dari Rp744 Triliun

  • Bagikan
Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Ist)

IDTODAY NEWS – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai 50,7 persen dari total Rp744,77 triliun.

“Realisasi PEN mencapai 50,7 persen dari pagu Rp744,77 triliun menjadi Rp 377,5 triliun,” kata Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Kemenko Marves, Senin (13/9/2021).

Baca Juga  PPKM Kembali Diperpanjang, Politikus PKS Berharap Tak Ada Lagi Kekerasan Terhadap Rakyat

Realisasi PEN tersebut terjadi sebagian besar digunakan untuk perlindungan sosial dengan total Rp108,6 triliun. Sementara pada klaster kesehatan dari Rp47,71 triliun pada kuartal kedua 2021 menjadi Rp93,45 triliun.

Kemudian untuk program prioritas yang berada di kuartal keduanya Rp41,83 triliun kini menjadi Rp58,04 persen. Adapun untuk dukungan UMKM, Koperasi dan Korporasi menjadi Rp59,93 triliun.

“Sedangkan insentif usaha di kuartal kedua Rp45,07 triliun menjadi Rp57,92 triliun,” ujarnya.

Baca Juga  Buka Festival Kampung Kreativitas, Haedar Nashir: Kader Muhammadiyah Tidak Boleh Antikebudayaan

Kemudian Airlangga juga melaporkan kalau proses pencarian untuk bantuan subsidi upah (BSU) senilai Rp8,8 triliun sudah selesai dilakukan kepada 3,4 juta pekerja di mana masing-masing mendapatkan Rp1 juta.

Sedangkan realisasi bantuan presiden untuk usaha mikro mencapai Rp15,25 triliun. Bantuan itu diberikan kepada 12,71 juta pelaku usaha mikro atau sudah mencapai 99,3 persen dari target pemerintah.

Airlangga menyebut kalau saat ini pemerintah mulai melakukan uji coba untuk menyalurkan bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung di Medan. Bantuan sebesar Rp1,2 juta itu bakal disalurkan melalui Polri dan TNI.

Baca Juga  PPKM Darurat Jawa-Bali Belum Optimal, Menko Luhut Binsar Pandjaitan: Saya Minta Maaf

“Bagi PKL dan warung bukan penerima BPUM, bantuan presiden usaha mikro ini berada pada lokasi PPKM level 3 dan 4 berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 27 dan 28 tahun 2021,” ungkapnya.

Terakhir, Airlangga juga melaporkan terkait pelaksanaan program Kartu Pra Kerja. Sebanyak 69,7 juta warga yang mendaftar Kartu Pra Kerja sejak 2020 di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Penerima insentifnya mencapai 3.040.724 orang dengan total insentifnya mencapai Rp6,82 triliun.

Baca Juga  UU Ciptaker Membengkak, Naskah Diganti?

Sedangkan untuk pendaftaran yang dibuka hingga 12 September kemarin, sebanyak 3.967.595 warga mendaftar pada Kartu Pra Kerja gelombang 19.

“Di batch 19 pendaftarnya 3.967.595 orang, yang eligible 2.413.677 orang, yang diterima 800.000 dan pendaftaran telah dibuka 9 September dan berakhir tanggal 12 September kemarin,” tutup Airlangga Hartarto.

Sumber: suara.com

  • Bagikan