Andi Arief Lebih Hormat Ke Lukas Enembe Terapkan Lockdown, Bukan Malah Menata Ulang Masa Jabatan Presiden!

  • Bagikan
Andi Arief Lebih Hormat Ke Lukas Enembe Terapkan Lockdown, Bukan Malah Menata Ulang Masa Jabatan Presiden!
Dari kiri ke kanan: Gubernur Papua Lukas Enembe dan Presiden Joko Widodo/Net

IDTODAY NEWS – Pandemi Covid-19 masih belum bisa dikendalikan oleh pemerintah Indonesia, meski sudah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli kemarin.

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menyayangkan hal tersebut. Karena hingga PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli, dirinya belum melihat keputusan besar keluar dari sosok Presiden Joko Widodo.

“Dalam mengatasi pandemi yang sebesar saat ini, slogan NKRI harga mati ternyata enggak cocok. Mungkin, negara federal jauh lebih sigap,” ujar Andi Arief melalui akun Twitternya, Kamis (22/7).

Baca Juga  Kemendikbud Imbau Mahasiswa Tak Demo Omnibus Law, BEM SI Kecam Nadiem

Salah satu contoh keputusan yang tepat dalam penanganan pandemi Covid-19, disebutkan Andi Arief, bisa dilihat dari langkah yang diambil Gubernur Papua, Lukas Enembe.

“Saya menaruh hormat cara Gubernur Lukas Enembe yang memilih lockdown, saat rejim Jokowi bingung,” ucapnya.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat ini menjabarkan satu bentuk keputusan yang bisa diambil Presiden Joko Widodo, dan dia yakini mampu menangani pandemi Covid-19 di dalam negeri.

Baca Juga  Komentari Ulah Ambroncius Nababan, Sultan Priok: Jangan Kasih Ampun, Gak Perduli Dia Siapa

“Saya, Jokowi Presiden RI. Memutuskan upaya besar dilakukan dengan ‘lockdown Nasional’ empat minggu. Pembangunan infrastruktur dan tidak mendesak Ibu kota baru saya tunda. Adapun 100 juta rakyat terdampak diberikan BLT per minggu 500 ribu. Saya enggak pelit sama rakyat. Contoh keputusan besar,” paparnya.

Di akhir cuitannya, Andi Arief menyinggung soal penataan ulang republik, bukan justru menata ulang masa jabatan presiden.

Baca Juga  Usulan Kader Muda Demokrat: Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, Ibas Sekjen

“Tata ulang republik, bukan menata ulang masa jabatan Presiden menjadi tiga periode,” tandasnya.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan