Anggota DPR Saleh Daulay Minta PPKM Darurat Dievaluasi: RS Sangat Penuh
Foto: Politikus PAN Saleh Daulay (foto diambil sebelu pandemi Corona)-(detikcom)

Anggota DPR Saleh Daulay Minta PPKM Darurat Dievaluasi: RS Sangat Penuh

IDTODAY NEWS – Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh P Daulay, menilai penerapan PPKM darurat belum efektif menekan laju penyebaran Corona atau COVID-19. Dia menyebut salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan warga adalah ketersediaan fasilitas kesehatan untuk merawat pasien Corona.

“Saya saksikan dan laporan yang saya terima dari masyarakat dan belum efektif itu karena beberapa faktor tadi. Bukan hanya kesiapan aparaturnya saja tadi tapi kesiapan sarana dan prasarananya juga tidak menunjang dan ini yang harus dipikirkan ulang lagi oleh pemerintah,” kata Saleh dalam diskusi virtual bertajuk ‘Jalan Terjal PPKM Darurat’, Sabtu (17/6/2021).

Baca Juga  Kritik Respons Polisi Soal Mural, Fadli Zon: Itu Bagian dari Ekspresi Budaya!

Saleh mengatakan dirinya melihat langsung bagaimana rumah sakit rujukan COVID-19 terisi penuh. Bahkan, kata Saleh, di luar rumah sakit juga dipasang tenda untuk menampung pasien COVID-19.

“Ada tenda-tenda di luar rumah sakit. Kalau sudah buat tenda berarti kan sudah melebihi kapasitas yang ada di rumah sakit, termasuk RS berbayar. Saya saksikan sendiri itu RS sangat penuh,” ujarnya.

Baca Juga  Kata Luhut: Jangan Nyinyir Kalau Enggak Ngerti, Kita Ini Punya Otak

Saleh menyebut masih ada rumah sakit yang kekurangan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurutnya, hal itu menyebabkan antrean pasien.

“Misalnya ada rumah sakit yang sangat besar, agak besar lah ya saya kira di Jaksel, intensive care unit-nya itu hanya empat unit. Jadi sementra pasien yang ada di IGD sampai puluhan orang ngantri masuk pada fasilitas itu dan ini menjadi sangat penting untuk kita evaluasi,” ucapnya.

Baca Juga  Wapres Mar'uf Amin: Menjaga Protokol Kesehatan Bagian dari Ibadah

Saleh juga menyoroti kelangkaan oksigen medis yang menurutnya masih terjadi. Dia mencontohkan masalah di Jawa Barat dan Yogyakarta.

“Saya kira di Jawa Barat bahkan di Yogyakarta yang paling populer saya kira sampai Direktur RS-nya dirotasi. Itu implikasi dari saya kira kelangkaan oksigen yang terjadi. Tadi malam saya juga masih menerima WA dari sahabat saya minta untuk dicarikan oksigen,” tuturnya.

Baca Juga  Prabowo Subianto Harus Balas Budi Baik Habib Rizieq Shihab saat Pilpres

Saleh meminta pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap PPKM darurat. Hal itu dilakukan untuk melihat seberapa efektifnya PPKM darurat.

“Secara akademi dibuat misalnya survei random di beberapa daerah yang mengikuti PPKM darurat ini. Sehingga kita akan pertama melihat apakah ini efektif atau tidak itu dulu, apakah ini bisa mengurangi orang yang terpapar COVID, itu dulu. Kedua apa ada kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki jika PPKM darurat ini diperpanjang,” kata Saleh.

Baca Juga  Bandara Tolak Niat Ganti Rugi dari FPI, Novel Bamukmin: Anjing Peking Si Desi Mulai Menggonggong Lagi

Saleh juga meminta bantuan sosial (bansos) segera disalurkan kepada masyarakat. Dia menilai bansos bisa membatu warga yang terdampak secara ekonomi akibat PPKM darurat.

“Saya kira masyarakat juga akan tertib masyarakat juga akan ikut, mudah-mudahan mereka bisa bertahan di rumah karena itu bisa mengurangi penyebaran virus COVID ini,” tuturnya.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan