Anies Baswedan
foto: Anies Baswedan, Ridwan Kamil dan Doni Monardo (suaraislam)

Anies Baswedan Terus Disoroti, Pakar: Pengkritik Harus Belajar Hukum agar Tidak Ngawur

IDTODAY NEWS – Usai menarik tuas darurat di tengah pandemi Covid-19, yakni dengan kembali menerapkan PSBB total di DKI Jakarta, Anies Baswedan banyak dihujani kritikan.

Tak hanya sekali, bertubi-tubi pengkritik datang baik dari kalangan politisi maupun pemerintahan.

Bukan cuma soal PSBB, belakangan ini Anies juga kembali di kritik atas tindakan terbarunya yang nekat memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Sekretaris Daerah Saefullah yang sudah dipastikan meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga  Raih Penghargaan Bhumandala Award, Anies: Alhamdulillah, Medali Emas untuk DKI

Namun, bak muncul serangan balik, para pengkritik ini mendapat tanggapan dari Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar yang menilai, seharusnya mereka belajar tentang hukum sebelum melontarkan kritik tersebut.

“Pengkritik Anies, Sekda DKI dibawa ke DKI harus belajar hukum agar tidak ngawur. Kritikannya kelihatan hebat sehingga viral tapi ‘dungu’,” tulis Musni Umar menanggapi pemberitaan tentang kritik terhadap Anies Baswedan.

Baca Juga  Aktivis Jakarta: Coba Jatuhkan Anies, Warga Ibu Kota akan Lawan PDIP dan PSI

Sebagaimana diberitakan Pikiranrakyat-Cirebon.com dalam artikel “Para Pengkritik Anies Baswedan Diserang Balik, Pakar: Harus Belajar Hukum, Biar Hebatnya Ga Ngawur”, ia menjelaskan jenis hukum diskresi yang diartikan sebagai pengambilan keputusan secara sepihak oleh seorang pejabat publik.

“Dalam hukum ada diskresi. Allah punya diskresi, Presiden punya diskresi, Gubernur, polisi punya diskresi lalu lintas,” tambah Musni.

Sebagai informasi, Anies Baswedan mendapat kritik pedas dari Kordinator FAKTA, Azaz Tigor Nainggolan yang menilai upacara terakhir kepada Saefullah dengan membawa jenazah almarhum ke Balaikota, hanya akan berpotensi menjadi klaster baru Covid-19.

Baca Juga  Komisi X Minta Kemendikbud Cari Solusi Terkait Soal Ujian 'Anies Diejek Mega'

“Apalagi saat di Balaikota terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang ingin melihat memberi penghormatan ke almarhum,” demikian pernyataan kritik pedas Tigor terhadap Anies yang diduga bisa memancing klaster baru Covid-19.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan