Anies: Efek Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Lama di Indonesia
Dua harimau Sumatera penghuni Taman Margasatwa Ragunan (TMR) terinfeksi covid-19. Saat ini, dua harimau bernama Hari dan Tino tersebut menjalani isolasi/instagram

Anies: Efek Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Lama di Indonesia

IDTODAY NEWS – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa efek pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia akan terasa lebih lama bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Hal itu mengingat kapasitas keuangan dan kapasitas kesehatan negara berkembang yang tidak sama dengan negara maju.

Hal itu dikatakan Anies dalam diskusi peluncuran buku “Negara Bangsa di Persimpangan Jalan” pada Sabtu (7/9/2021).

Baca Juga  Kamis-Jumat Besok DPR WFH, Seluruh Gedung Disterilisasi

“Sekarang ini ketika kita berhadapan dengan suasana pandemi. Saya rasa ini adalah salah satu persimpangan penting umat manusia se-dunia bukan hanya di Indonesia. Efeknya akan lama dan mungkin lebih lama bagi negara-negara yang berkembang seperti kita karena kapasitas keuangan, kapasitas sistem kesehatan dan lain-lain,” kata Anies.

Anies mencontohkan pandemi sebagai persimpangan jalan yang dihadapi Indonesia sekarang ini.

Baca Juga  Senior PDIP: Baliho Puan Maharani Murni Inisiatif Anggota Fraksi di DPR, Bukan Perintah Partai

Menurutnya saat di persimpangan jalan tersebut, Indonesia dapat mengambil jalan yang benar namun sebaliknya Indonesia juga dapat mengambil jalan yang salah.

Apabila jalan yang diambil dengan mengutamakan kepentingan orang banyak maka persimpangan jalan yang diambil benar.

“Di simpang Jalan ketika pilihan dalam persimpangan itu mengutamakan kepentingan bersama, kepentingan orang banyak, kepentingan untuk negara maka pilihan persimpangan jalannya jadi benar. Ketika pilihannya tidak mencerminkan itu di situ muncul jadi problem,” katanya.

Baca Juga  Istana: Buzzer Bekerja Sendiri, Kami Tak Bisa Apa-apa

Menurut Anies, Indonesia sejak dulu sudah berkali kali melewati persimpangan jalan.

Banyak persimpang yang berhasil dilewati dengan benar.

Diantaranya kata Anies yakni Sumpah Pemuda dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agusutus 1945.

“Kita bisa mengambil belokan yang benar di saat kita begitu berbeda-beda lalu bisa menundukkan egonya muncul terobosan Dahsyat sumpah pemuda, itu dahsyat gimana efeknya sampai sekarang,” pungkasnya.

Baca Juga  Soal Penistaan Agama, PKS Desak Jokowi Segera Tuntaskan Kasus Muhammad Kece, Ingat Kondisi Masyarakat Sedang Tidak Baik

Sumber: tribunnews.com

Tinggalkan Balasan