Arab Saudi Nyatakan Musim Haji 2021 Bebas dari Covid-19

  • Bagikan
Arab Saudi Nyatakan Musim Haji 2021 Bebas dari Covid-19
Para jemaah melakukan tawaf berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci umat Islam, di Masjidil Haram di kota suci Makkkah di Arab Saudi pada Kamis 22 Juli 2021, menandai akhir haji tahun ini. (Foto: AFP)

IDTODAY NEWS – Arab Saudi pada Kamis (22/7/2021) mengumumkan keberhasilan musim haji tahun ini, bebas dari Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

Saudi Press Agency melaporkan Menteri Kesehatan Saudi Tawfiq Al-Rabiah mengaitkan keberhasilan itu dengan sistem terintegrasi fasilitas kesehatan di tempat-tempat suci, ambulans yang sangat lengkap dan tim yang berkualitas.

Menkes menambahkan, membatasi jumlah jemaah haji dalam negeri selama musim haji ini menjadi 60.000 orang juga berkontribusi pada keberhasilan.

Baca Juga  Iran: Damai dengan Israel, Masa Depan Berbahaya Menanti UEA

Untuk tahun kedua berturut-turut, Arab Saudi hanya mengizinkan jemaah haji domestik untuk melakukan ibadah haji untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Seperti dilaporkan Arabnews, Hisham bin Saeed, juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, mengatakan tindakan pencegahan ketat diterapkan untuk mengangkut jemaah, termasuk dari Mina ke Arafat antara pukul 5 pagi dan 8 pagi pada Senin pagi. Sekitar 71 kamp telah disiapkan untuk menampung para peziarah.

Baca Juga  Penyanyi Nigeria Divonis Hukuman Mati Setelah Dituduh Menghujat Nabi Muhammad

Al-Aly mengatakan ada 13 rumah sakit di Makkah yakni tiga terletak di tempat-tempat suci, sementara 10 rumah sakit lainnya berada di kota Makkah.

“Ada juga rumah sakit lapangan darurat yang akan mendampingi jemaah haji. Ada juga sekitar 50 klinik dan pusat kesehatan di berbagai tempat suci. Selain itu, kami memiliki 180 ambulans yang dapat memberikan layanan perawatan intensif,” katanya

Baca Juga  Pintu Internasional Masih Saja Dibuka Lebar, Politikus Demokrat: Kebijakan PPKM Darurat Ini Melempem

Al-Aly mengatakan Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi juga menyediakan layanan signifikan termasuk kapasitas pasien dengan hampir 3.000 tempat tidur medis.

Sumber: beritasatu.com

  • Bagikan