Baju Adat Jokowi Disinggung Saat Penangkapan Ketua Adat Kinipan, Keberpihakan Cuma Simbol Sesaat?

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon/RMOL
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon/RMOL

IDTODAY NEWS – Penangkapan Ketua Adat Kinipan Kalimantan Tengah, Efendi Buhing oleh Polda Kalteng terus menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan.

Seperti yang dirasakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat, Jansen Sitindaon. Jansen meminta proses hukum yang dialami Efendi dilakukan seadil-adilnya.

Bacaan Lainnya

“Sudah 1X24 jam belum ya? Apa kabar dan gimana status Pak Efendi Buhing hari ini? Semoga hukum diterapkan secara adil dan benar untuk beliau,” ujar Jansen Sitindaon dalam cuitan akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Kamis (27/8).

Ia pun merasa heran dengan penangkapan tersebut. Sebab, perlakukan yang ditunjukkan aparat setempat seakan kontras dengan sikap kepala negara, Presiden Joko Widodo yang baru-baru ini menjunjung budaya Indonesia dengan memakai baju adat dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dengan mengenakan baju adat, Jokowi seakan ingin menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat adat dan suku budaya. Namun, penangkapan terhadap tokoh adat Kinipan oleh polisi justru berbanding terbalik dengan promosi pakaian adat oleh Jokowi.

Baca Juga  Ditemani Saraswati Ke TPS, Muhamad Optimis Menang Di Tangsel

“Baru saja kemarin Presiden pakai baju adat sebagai simbol keberpihakan Negara pada masyarakat adat. Jangan sampai sesaat saja simbol dan realitas itu gugur,” sindirnya.

Effendi Buhing ditangkap di rumahnya pada Rabu (26/8) kemarin. Dia diangkut oleh sejumlah aparat polisi dari tempat tinggalnya di Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Selain Effendi Buhing, dikabarkan lima orang lainnya sudah ditangkap terlebih dahulu. Mereka ditangkap karena diduga melawan pengusaha kelapa sawit dengan menolak perluasan kebun kelapa sawit yang membabat hutan adat masyarakat Kinipan.

Sumber: rmol.id

Pos terkait