IDTODAY NEWS – Sejumlah titik di Jakarta terendam banjir. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut curah hujan lokal yang di Jakarta kecil.

“Curah hujan lokal itu sudah sangat kecil, karena hari ini praktis tidak ada hujan,” ujar Anies saat meninjau Pintu Air Ciliwung Lama, Jakarta Pusat, Sabtu (20/2).

Anies mengatakan bahwa banjir di Jakarta terjadi karena adanya kiriman air dari hulu sungai.

Lapan Prediksi Banjir Besar DKI 19-20 Februari, Golkar Minta Pemprov Siap-siap

“Yang saat ini sedang terjadi adalah air dari hulu masuk ke Jakarta, sekarang kita berada di simpang Sungai Ciliwung yang masuk ke Ciliwung kecil, Ciliwung Lama, ini sudah dibuka di posisi maksimum. Ini penting untuk membuat aliran dari Sungai Mampang, Sungai Krukut, nanti bisa mengalir dengan baik di dekat Pintu Air Karet,” katanya.

Baca Juga  Sindir Ridwan Kamil, Politikus Nasdem: Bukan Waktunya Menyalahkan, Biarkan Kepolisian Menyelidiki

Baca Juga: PDIP: Tidak Ada Program Pengentasan Banjir yang Tereksekusi di 3 Tahun Kepemimpinan Anies

Anies kemudian mencontohkan banjir di Kemang yang disebabkan tingginya volume air dari hulu sungai.

“Jadi saat ini kawasan Kemang misalnya, air dari hulu masih banyak, tetapi karena KBB jumlah airnya masih banyak sekali, sehingga tidak leluasa mengalir, oleh karena itu di Kemang akan perlu waktu sampai airnya turun. Perlu waktunya apa? karena air dari hulu masih mengalir amat deras, jadi saat ini yang menjadi perhatian kita adalah soal keselamatan warga. mereka tetap disiapkan tempat pengungsian, sampai air surut di sungai yang mengalir dari hulu,” ucapnya.

Baca Juga  Pengamat: Efek Elektoral Anies ke Nasdem, PKS dan Demokrat Berlomba Rebut Posisi Cawapres

Anies menyebut bahwa wilayah yang berada di daerah aliran sungai yang masih banjir.

“Nanti dipastikan lagi, diberikan update-nya. saat ini yang terdampak yang belum surut adalah yang berada di kawasan aliran sungai dari hulu, seperti Kemang ada (Sungai) Krukut hulunya masih mengalir deras, sekitar Mampang yang dari hulunya masih mengalir deras. Begitu juga dengan Ciliwung dan Sunter,” katanya.

Baca Juga  Terkuak! Ini Pemasang Baliho Dukungan KPK Setelah Penahanan Bupati Banjarnegara

“Jadi ini adalah contoh bahwa selama di kawasan hulu masih kirim air yang jumlahnya banyak, maka kanan kiri sungai masih akan mengalami genangan, belum bisa kita itung surutnya, karena kiriman air masih jalan terus, untuk kawasan yang tadi tergenang akibat hujan lokal, itu sudah amat minim yang tergenang, rata-rata sudah surut. tapi yang kiriman air dari hulu masih banyak genangannya,” imbuhnya.

Baca Juga: NasDem Nilai Anies Baswedan Lambat Tangani Banjir di Jakarta

Sumber: jitunews.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan