Bantahan Bekas Penyidik KPK Robin Pattuju, Azis Syamsuddin Tidak Terlibat Kenalkan Dengan M. Syahrial

  • Bagikan
Azis Syamsuddin
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin awalnya disebut terlibat kenalkan Walikota Tanjungbalai ke Robin/Net

IDTODAY NEWS – Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stepanus Robinson Pattuju (SRP) membantah jika Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin memiliki peran dalam perkara suap penanganan perkara Walikota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Bantahan itu disampaikan pria yang karib dipanggil Robin ini saat menjadi saksi dipersidangan dengan terdakwa Walikota Tanjungbalai nonaktif, Muhammad Syahrial.

Sidang itu digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (26/7).

Baca Juga  Haris Rusli Moty: Ketika Globalisasi Dibantai Corona, Indonesia Akan Jadi Negara Yang Lumpuh

Di sidang yang dipimpin oleh As’ad Rahim Lubis dengan dua Hakim Anggota yakni Husni Thamrin dan Sulhanudin ini, Robin hadir dan mengikuti secara virtual.

Dalam persidangan ini, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK awalnya mendalami terkait uang Rp 1,5 miliar yang disepakati oleh Syahrial dengan Robin dan Maskur Husain selaku pengacara.

JPU mengulas soal tujuan pemberian uang agar perkara yang sedang ditangani KPK, yakni penyelidikan jual beli jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai tidak berlanjut ke tahap penyidikan.

Baca Juga  Darurat RS, Oksigen Dan Obat, Fraksi PKS: Tolong Pemerintah Hadir Selamatkan Rakyat!

Robin mengaku bahwa dirinya secara intensif berkomunikasi dengan Syahrial terkait uang Rp 1,5 miliar yang ditransfer secara bertahap hingga puluhan kali transfer ke rekening milik Reifka Amelia selaku rekan Robin.

Selain itu, Robin juga didalami Jaksa terkait proses perkenalannya dengan Syahrial yang disebut melibatkan Azis Syamsuddin selaku Wakil Ketua DPR RI.

Akan tetapi, Robin membantah berita acara pemeriksaan (BAP) dan mengklaim bahwa Azis Syamsuddin tidak memiliki peran apapun terkait hubungannya dengan Syahrial.

Baca Juga  Sentil Mahfud, DPRD DKI: Publik Sudah Cerdas Bedakan Pejabat Berkepentingan Politik Dan Keselamatan Rakyat

Karena menurut Robin, dirinya diperkenalkan oleh Dedy yang merupakan ajudan Azis. Tetapi, Robin membenarkan bahwa pertemuan yang terjadi pada Oktober 2020 dilakukan di rumah dinas Azis.

Mendengar pernyataan Robin, Jaksa merasa heran lantaran pernyataannya berbeda dengan apa yang disampaikannya pada saat proses penyidikan di KPK.

“Setiap pemeriksaan pertanyaan itu selalu diulang-ulang. Saat saya hendak mengubah, tidak diperbolehkan,” kata Robin seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLSumut.

Baca Juga  Sekjen PAN Usul Rumah Jabatan Anggota DPR Jadi Tempat Isoman Rakyat

Hingga saat ini, persidangan masih berlangsung. Azis Syamsuddin pun direncanakan juga akan bersaksi dipersidangan ini.

Dalam perkara ini, Robin ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga telah menerima uang sebesar Rp 1.695.000.000 dari Syahrial selaku Walikota Tanjungbalai.

Pemberian uang itu bertujuan supaya Robin mengupayakan penyelidikan yang sedang dilakukan KPK mengenai dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai yang melibatkan terdakwa Syahrial tidak naik ke tingkat penyidikan.

Baca Juga  Mahfud MD Mulai Kehilangan Napas Akademisnya Setelah Merapat Ke Penguasa

Sumber: rmol.id

  • Bagikan