Denny Siregar
Denny Siregar. Repro YouTube Cokro TV

Bantuan Akidi Tio Rp2 Triliun Dipuji, Denny Siregar Sindir Penggalangan Donasi Palestina

IDTODAY NEWS – Pegiat media sosial Denny Siregar memuji pengusaha sukses asal Sumatara Selatan, almarhum Akidi Tio yang menyumbangkan hartanya Rp2 triliun untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Akidi Tio lahir di Langsa, Aceh Timur. Ia meninggal tahun 2009 lalu. Saat itu Tio berusia 89 tahun. Ia meninggal akibat serangan jantung. Makamnya juga di Palembang.

Istri Tio sudah meninggal lebih dulu pada tahun 2005. Juga di Palembang. Dalam usia 82 tahun.

Baca Juga  HUT Kemerdekaan RI ke-76, PPKM Diperpanjang Lagi

Akidi Tio memiliki punya 7 orang anak. Hanya satu perempuan yang masih tinggal di Palembang. Yang lain tinggal di Jakarta. Semua jadi pengusaha sukses.

“Kabar dari Sumatera Selatan yang kemarin datang, sebuah keluarga besar almarhum Akidi Tio, pengusaha besar di Sumatera Selatan menyumbang harta mereka Rp2 triliun kepada pemerintah Indonesia untuk penanganan Corona,” ucap Denny Siregar dalam video yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (28/7).

Baca Juga  Dua Pekan Ditangani Luhut, Penularan Covid-19 Masih Saja Bertambah

“Fantastis, luar biasa. Hanya itu yang bisa saya katakan. Rp2 triliun itu bukan jumlah yang sedikit loh. Itu sangat besar,” tambahnya.

Seremoni penyerahan batuan Rp2 triliun itu hanya dilakukan di depan media. Bantuan itu diterima oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri.

Apakah keluarga almarhum Akidi Tio itu riya sehingga harus pamer sumbangan Rp2 triliun?

“Saya rasa gak. Itu hanya supaya masyarakat tahu jumlah sumbangan yang diberikan supaya tidak dikorupsi kalau diserahkan diam-diam,” ucap Denny.

Baca Juga  Mahfud MD Sebut Habib Rizieq Dicekal karena Terima Amplop, Liues Sungkharisma Desak Jokowi Jangan Diam

“Kalau mau sombong, seharusnya keluarga Akidi Tio pamer mobil mewah seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang ‘mengaku’ kaya dan butuh pengakuan dari orang lain kalau dia kaya,” kata Denny.

Menurut Denny, mereka ini bahkan ada yang menyebut dirinya artis, seperti orang gamang dengan uangnya sehingga harus memamerkan kekayaannya lewat benda-benda lewat yang mereka miliki.

“Bedanya, almarhum Bapak Akidi Tio itu bahkan saya searching namanya di Google itu gak ada berita tentang beliau. Saya hanya tahu kalau beliau adalah pengusaha sukses asal Aceh. Selebihnya sama sekali gak ada pemberitaan tentang dirinya,” jelas Denny.

Baca Juga  PKL Ngamuk Diusir Satpol PP: Mending Mati karena Corona, Takdir Allah!

Itu menunjukkan bahwa Akidi Tio sangat humble, tidak ingin diketahui orang banyak, apalagi memamerkan harta bendanya ke publik yang mengakibatkan kecemburuan sosial semakin besar.

“Yang saya kagum lagi meski terlihat dari foto almarhum bahwa beliau beretnis Tionghoa tetapi rasa cintanya kepada Indonesia sungguh luar biasa,” bebernya.

“Almarhum bisa saja mengembangkan dananya ke luar negeri, tempat kelahiran nenek moyangnya. Tapi enggak. Dia malah menyumbangkan harta yang besar itu untuk membantu pemerintah Indonesia yang sedang kewalahan menghadapi pandemi ini,” tambah Denny.

Baca Juga  Jokowi: Virus Corona Betul-betul Sangat Sulit Diduga dengan Kalkulasi Apa pun

Menurut Denny, sebenarnya banyak sekali etnis Tionghoa di Indonesia ini yang menyumbangkan hartanya di saat ada musibah.
Ia mengatakan, ada gabungan pengusaha peduli NKRI yang menggalang dana sampai total Rp600 miliar rupiah untuk berbagi kepada mereka yang terdampak secara ekonomi di saat pandemi.

“Mengagumkan. Saya harus tepuk tangan untuk mereka. Dengan tidak ada niatan untuk membanding-bandingkan total jumlah sumbangan,” ujar Denny.

Baca Juga  Luhut: Anak dan Cucu Saya Kena COVID-19, Jangan Malu Bukan Aib

Sindir Penggalangan Dana Palestina

Penulis buku ‘Tuhan Dalam Secangkir Kopi’ ini menyindir penggalangan dana Palestina yang sering dilakukan oleh warga Indonesia.

“Saya sendiri masih sedih ketika banyak orang yang mengaku dirinya pribumi, beragama muslim, masih sibuk mengumpulkan donasi bukan untuk saudaranya sendiri tapi malah buat orang luar negeri,” sindir Denny.

“Dan narasinya itu loh, masih agama, seolah-olah yang berhak dapat bantuan harus satu agama dan itu mereka banggakan pula,” bebernya.

Baca Juga  Lima Nama Calon Kapolri Usulan Kompolnas, Satu akan Dikirim Presiden ke DPR

“Kenapa kemanusiaan itu harus ada agamanya? Bukankah seharusnya kemanusiaan itu menembus sekat-sekat etinis, ras dan agama?
Karena kemanusiaan adalah hal yang tertinggi dari itu semua,” tandas Denny Siregar.

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Balasan