Berkaca Dari Track Record, Satyo Purwanto Tidak Ragu RR Bisa Beresi Ekonomi Setahun

Rizal Ramli
Ekonom senior DR. Rizal Ramli/RMOL

IDTODAY NEWS – Pernyataan ekonom senior, DR. Rizal Ramli yang bisa membereskan ekonomi Indonesia dalam setahun tidak boleh dipandang sebelah mata.

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto menegaskan bahwa Rizal Ramli mempunyai track record yang sangat mumpuni, sehingga apa yang disampaikan tidak perlu diragukan lagi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Massa Pengantar Pemeriksaan Habib Rizieq Akan Ditangkap, PA 212 : Penjara Manapun Tak Bisa Tampung

“Track record Rizal Ramli sangat mumpuni, maka statement beliau mesti kita percayai,” ujar Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/8).

Kemampuan Rizal Ramli, sambungnya, sudah terbukti saat menjabat sebagai Menko Maritim. Di mana, banyak prediksi Rizal Ramli yang terbukti.

“Misalnya proyek ambisius listrik 35 ribu MW, persoalan airline Garuda Indonesia, beban utang PLN, penyimpangan pembiayaan di Pelindo II dan lain-lain,” jelas Satyo.

Baca Juga  Bisa Jadi Syarat Sukses Capres 2024 Adalah Sokongan Politik Jokowi

Selain itu, sambung Satyo, prestasi terdahulu Rizal Ramli juga membuat merinding banyak tokoh-tokoh neoliberal, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Beliau sukses menjabat kepala Bulog, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Gusdur. Hebatnya semua prestasi tersebut dikerjakan beliau hanya dalam hitungan bulan saja,” kata Satyo.

Deretan panjang prestasi yang dimiliki, sudah seharusnya membuat publik yakin bahwa Rizal Ramli bisa membawa bangsa dan negara keluar dari krisis ekonomi di tengah pandemik Covid-19. Apalagi RR, sapaan Rizal Ramli, sudah mengantongi cara agar ekonomi kembali pulih dalam setahun.

Baca Juga  Dalam Islam Pejabat Melakukan Korupsi Dapat Dihukum Mati

“Di level internasional, RR juga pernah dipercaya sebagai anggota tim panel ahli penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bersama beberapa tokoh ekonom dari berbagai negara lainnya,” pungkas Satyo.

Sumber: rmol.id

Pos terkait