Bos Parpol Koalisi Puji Pemerintah Jokowi, PKS: Kontras dengan Kritik Mural Rakyat
Pengendara sepeda motor melintas di dekat mural yang bertuliskan "jangan takut tuan-tuan ini cuma street art" di Jakarta, Rabu (25/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Bos Parpol Koalisi Puji Pemerintah Jokowi, PKS: Kontras dengan Kritik Mural Rakyat

IDTODAY NEWS – Anggota Komisi XI DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah tak terlena dengan pujian-pujian yang disampaikan para ketua umum partai politik koalisi pemerintah.

Netty menyebut pujian yang diterima pemerintah, justru kontras dengan perlakuannya terhadap mural berisi kritikan yang dibuat masyarakat beberapa hari lalu.

“Harus dianalisa dulu semua core indicator penanganan pandemi. Benarkah statistiknya sudah membaik? Bahaya jika pemerintah sampai terlena dengan pujian yang tidak berdasarkan data valid. Ini bisa mengaburkan kondisi sebenarnya,” kata Netty kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Baca Juga  Ferdy Yuman, Tersangka yang Diduga Melindungi Nurhadi Ditahan KPK

Netty mengatakan, memang angka kasus positif Covid-19 kekinian menunjukan angka penurunan. Namun masalah belum berakhir, lantaran vaksinasi masih belum merata hingga angka kematian pernah mencapai rekor tertinggi di dunia.

“Bahkan sejumlah daerah masih berada pada zona merah atau PPKM Level 4. Jadi pujian keberhasilan penanganan pandemi berdasarkan indikator apa?” tuturnya.

Untuk itu, Ketua DPP PKS ini pun menilai puja-pujian yang disampaikan para petinggi parpol koalisi terhadap Presiden Joko Widodo dalam penanganan pandemi dianggap kontras dengan fakta di lapangan.

Baca Juga  Semangati Abu Janda, Gus Yaqut: Lawan Covid, Seperti Kamu Melawan Gerakan Radikal

Rakyat, disebut Netty, masih banyak mengalami kesusahan. Dari mulai menganggur karena di-PHK hingga usaha terpaksa tutup karena tak ada modal. Bansos pun, kata dia, sempat dikorupsi.

Belum lagi, kata dia, saat rakyat mengekspresikan keresahannya melalui kritik mural, aparat pemerintah justru melakukan penghapusan.

“Pertanyaannya, kenapa kritik mural rakyat dihapus, tapi puja-puji yang minim data itu justru dipublikasikan luas di media?” tuturnya.

Baca Juga  CSIS: Revisi UU Pemilu Menentukan Kualitas Caleg, Harus Dipantau!

Lebih lanjut, Netty menegaskan, sudah saatnya pemerintah fokus dalam penanganan Covid-19 dan jangan sampai terbuai pujian.

Terakhir, Netty meminta pemerintah untuk tidak menutup telinga atas kritik dari rakyat atau dari siapa pun.

“Tujuan kritik itu untuk memperbaiki kinerja pemerintah guna menyelamatkan rakyat. Jadi jangan dianggap angin lalu atau bahkan disebut sebagai upaya memperkeruh keadaan. Kita semua cinta Indonesia dan ingin bangsa ini berhasil melewati krisis,” katanya.

Baca Juga  Wuih! Meski Dipenjara, Habib Rizieq Sumbang 10 Ribu Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Pujian Bos Parpol

Pujian dari bos-bos partai politik koalisi pemerintahan disampaikan dalam pertemuan di Istana pada Rabu (26/8/2021) lalu. Pujian pertama disampaikan oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Dia memuji paparan Jokowi dengan mengatakan, excellent.

Sebelum pertemuan, Jokowi memaparkan berbagai persoalan termutakhir menyangkut ekonomi, ketatanegaraan, dan penanganan pandemi Covid-19.

“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden tadi, udah excellent, Pak, yang tadi,” kata Zulkifli sebagaimana dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/8/2021).

Baca Juga  Citra Jokowi Akan Naik Kalau Mau Tiru Langkah Ridwan Kamil Alihkan Duit Infrastruktur

Tidak seluruh tanggapan Zulkifli atas paparan Jokowi ditampilkan dalam video Sekretariat Kabinet.

Zulkifli menekankan kunci bagi Indonesia saat ini sikap gotong royong. Dia menyinggung omnibus law yang dia katakan memudahkan upaya kegotongroyongan.

“Karena saya baru pertama, nggak boleh banyak-banyak, Pak, bicaranya sedikit aja. Semoga manfaat, sekali lagi terima kasih atas kesempatan diberikan Bapak Presiden.”

Selain itu, Ketum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto juga turut melemparkan pujian terhadap Jokowi.

Baca Juga  Cegah Pilpres Hanya Diikuti 2 Paslon, PKS Usulkan Presidential Threshold Di Angka 15 Persen Suara

Dia meminta Jokowi tak terpengaruh suara-suara yang dianggap hanya memperkeruh keadaan di tengah pandemi Covid-19.

“Penanganan (Covid-19) cukup efektif dan kita optimis kita mampu menghadapinya dan kita harus menghadapinya. Jadi kami rasa bahwa suara-suara yang ingin memperkeruh keadaan itu tidak perlu dihiraukan, kita sudah ada di jalan benar,” katanya.

“Kepemimpinan Pak Jokowi efektif Pak. Saya mengakui itu dan saya hormat ke Bapak, saya lihat, saya saksi, saya ikut di kabinet,” sambungnya.

Baca Juga  TKA Cina Positif Covid-19 Saat Tiba di Bula Zona Hijau di Maluku

Menteri Pertahanan tersebut mengatakan kepemimpinan dan keputusan-keputusan Presiden Jokowi sudah cocok untuk rakyat Indonesia.

Sumber: suara.com

Tinggalkan Balasan