BPIP: Pemimpin Indonesia Harus Punya Sikap Seperti Letjen Dudung

  • Bagikan
BPIP: Pemimpin Indonesia Harus Punya Sikap Seperti Letjen Dudung
Benny Susetyo dari BPIP (Pool)

IDTODAY NEWS – Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman mengajak prajuritnya untuk tidak fanatik berlebihan terhadap agama. Menag Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi sikap Dudung. Begitu juga dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menilai sikap inklusif seperti Dudung ini perlu dimiliki pemimpin Indonesia di berbagai level.

“Pemimpin Indonesia harus seperti itu,” kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo, kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga  Guru dan Tenaga Kependidikan Berjuang Jadi PNS, Delegasi GTKHNK 35+ Temui Moeldoko

Dia menilai Dudung punya sikap inklusif. Menurut Benny, istilah ‘inklusif’ melampaui kata ‘toleransi’. Dalam beragama, semua warga Indonesia harus menghargai perbedaan karena warga Indonesia bersaudara.

“Dudung hanya menyatakan bahwa beragama di Indonesia harus inklusif, meski beda keyakinan tapi kita bisa hidup bersama. Ini sejalan dengan yang selalu dikatakan Menteri Agama, yakni soal moderasi beragama di Indonesia,” kata Benny.

Baca Juga  LBH Pers Sebut Peretasan Situs Tempo.co Termasuk Pelanggaran Hukum

Semua agama punya nilai luhur. Itu harus dihormati semua orang. Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa juga memuat nilai-nilai universal yang baik bagi semua orang, tidak hanya bagi sebagian orang.

Meski demikian, Benny menekankan pernyataan Dudung harus ditempatkan sesuai konteks dia berbicara. Dudung sedang berbicara di depan prajuritnya, bukan di forum lain. Publik perlu memahami konteks ini.

“Pangkostrad ingin menegakkan kembali Sapta Marga, menggairahkan nilai-nilai keagamaan universal yang berpihak pada kemanusiaan, tidak membeda-bedakan suku dan agama karena kita bersaudara,” kata dia.

Baca Juga  Gus Yaqut Jabat Menag, Jokowi: Beliau adalah Pemimpin Muslim

Sapta Marga adalah pedoman hidup prajurit TNI. Sapta Marga terdiri dari tujuh poin. Yang pertama adalah pernyataan diri sebagai warga negara bersendikan Pancasila, selanjutnya ada pernyataan mendukung ideologi negara, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, hingga menepati janji serta Sumpah Prajurit.

Pernyataan Dudung

Pangkostrad Dudung berbicara di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Senin (13/9) kemarin. Dia mengingatkan jajarannya tidak bersikap fanatik terhadap agama.

Baca Juga  Ketua MUI Sentil Dudung: Bagi Kami Umat Islam, yang Benar Hanya Agama Islam

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” kata Dudung, dikutip detikcom dari keterangan pers Penerangan Kostrad.

Dudung juga mengingatkan prajuritnya selalu bersyukur atas segala kondisi, terkhusus dalam situasi pandemi COVID-19.

Dia lalu menekankan soal profesional dan proporsional, baik dalam latihan maupun menerapkan tradisi pembinaan terhadap prajurit baru. Dudung meminta perilaku yang bersifat kekerasan dihindari oleh prajuritnya.

Baca Juga  Soal Vaksin COVID 19 Berbayar, Ngabalin: Banyak Orang Kaya di Republik Ini

Tanggapan Menag Yaqut

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyatakan sepakat dengan Letjen Dudung. Kata Yaqut, segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik.

“Semua yang berlebihan kan tidak baik,” kata Yaqut kepada detikcom, Selasa (14/9/2021).

Fanatisme terhadap agama perlu diarahkan ke diri sendiri, bukan terhadap orang lain. Arah fanatisme ke dalam diri bisa menjadikan seseorang erat memegang keyakinannya. Namun, fanatisme tidak perlu diarahkan untuk orang lain yang berbeda keyakinan.

Baca Juga  Kecam Pemalsuan Surat Bebas Covid-19, Pimpinan DPR Desak Pemerintah Beri Perhatian Khusus

“Fanatik itu seharusnya untuk diri sendiri dan lemah lembut kepada orang lain, bahkan kepada yang berbeda keyakinan. Jangan dibalik, fanatik apalagi yang berlebihan diberlakukan untuk orang lain, sementara untuk diri sendiri malah lunak,” tutur Yaqut.

Sumber: detik.com

  • Bagikan