BPOM Bantah Terbitkan Izin Darurat Ivermectin untuk Obat COVID-19

  • Bagikan
BPOM Bantah Terbitkan Izin Darurat Ivermectin untuk Obat COVID-19
Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito/istimewa

IDTODAY NEWS – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny Lukito angkat bicara mengenai Ivermectin. Penny menyebut bahwa belum ada izin penggunaan darurat Ivermectin sebagai terapi obat COVID-19.

Dijelaskan Penny, hingga saat ini obat yang sudah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorized atau EUA) untuk COVID-19 adalah Rendesivir dan Favipiravir.

“Yang sudah mendapat EUA untuk COVID-19 adalah Rendesivir dan Favipiravir. Ivermectin adalah obat uji untuk pengobatan COVID-19,” kata Penny kepada VIVA melalui pesan singkatnya, Jumat, 16 Juli 2021.

Baca Juga  Bikin Kacau Dunia, PBB Didesak Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

Lebih lanjut, Penny menjelaskan bahwa Ivermectin dapat diakses melalui delapan rumah sakit yang mengikuti uji klinik dan rumah sakit lain sesuai petunjuk teknis. Penny juga menyebut bahwa Ivermectin harus diberikan sesuai dengan resep dokter.

“Ivermectin adalah obat uji untuk COVID-19 yang dapat digunakan untuk pengobatan COVID-19 melalui Uji Klinik (UK) dan Perluasan Akses di luar RS yang mengikuti UK dengan mengikuti Regimen pemberian sesuai UK dan dengan resep Dokter,” katanya.

Baca Juga  Infeksi Covid-19 Capai Rekor Tertinggi, Italia Bersiap Umumkan Langkah Pencegahan Ketat

Penny melanjutkan, obat-obat lain yang digunakan untuk pengobatan COVID-19 adalah obat instan yang ada dalam protokol pengobatan COVID-19, sesuai dengan indikasi dalam pengobatan seperti obat antibiotik, antiviral, imunoglobulin, Elixir.

Sebelumnya, BPOM telah menerbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Distribusi Obat dengan Persetujuan Penggunaan Darurat.

Surat Edaran dengan Nomor: PW.01.10.3.34.07.21.07 Tahun 2021 itu berisi pelaksanaan distribusi untuk delapan obat yang digunakan dalam penyembuhan COVID-19, dan harus melalui proses EUA.

Baca Juga  Demokrat: Penanganan Covid-19 Butuh Political Will Jokowi pada Kesehatan, Bukan Infrastruktur

Delapan obat itu antara lain, Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Ivermectin, Tocilizumab, Azithromycin dan Dexametason (tunggal).

Sumber: viva.co.id

  • Bagikan