Buatkan KTP untuk Kaum Marjinal di Jakarta, Risma: Target 100 Orang Per Hari

Buatkan KTP untuk Kaum Marjinal di Jakarta, Risma: Target 100 Orang Per Hari
Walikota Surabaya Tri Rismaharini memberi penjelasan terkait perkembangan pembangunan pasar Turi Surabaya saat melakukan Rapat dengar Pendapat dengan Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (29/11). (Foto: Liputan6.com/Johan Tallo)

IDTODAY NEWS – Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma membuat gebrakan dengan membuatkan kartu tanda penduduk bagi pengamen, gelandangan, dan kelompok marjinal lainnya di DKI Jakarta.

“Untuk DKI Jakarta target kita 1.600 orang, sehari 100 orang,” kata Risma saat meninjau data kependudukan dan pembukaan rekening ATM Atensi bagi warga marjinal di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial di Jakarta, Rabu 13 Januari 2021.

Bacaan Lainnya

Risma mengatakan kepemilikan KTP menjadi mutlak karena saat ini bantuan pemerintah diberikan kepada warga yang membutuhkan, sesuai dengan alamat dan KTP.

“Dengan demikian maka kita bisa akses bantuan agar mereka bisa segera keluar dari kemiskinan yang sebetulnya karena tidak ada rumah. Kami juga tidak salah administrasi karena pasti alamat dan NIK-nya,” kata mantan Wali Kota Surabaya tersebut.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan, selama ini warga marjinal tidak terakses bantuan-bantuan sosial dari pemerintah karena terkendala tidak punya data yang jelas.

Baca Juga  Kabar 30 Laskar Gabung GP Ansor, Lisda Hendrajoni: Saya Bersyukur

“Dengan adanya NIK dimana saja mereka berada pasti akan mendapatkan bantuan dan akses mereka ke perbankan juga akan lebih mudah,” tambah Harry.

Harry mengatakan nantinya sekitar 16 ribu warga marjinal di sejumlah daerah terutama di kota-kota besar yang akan difasilitasi pemenuhan data kependudukannya.

Kemensos bekerja sama dengan Dukcapil dan menggandeng Bank Mandiri untuk pembukaan rekening Atensi bagi warga marjinal.

Nuryati (40) salah satu warga yang ikut kegiatan perekaman data kependudukan tersebut mengaku senang akhirnya ia bisa memiliki KTP.

Warga Rawabebek Jakarta Timur itu mengatakan selama ini dia mendapatkan penghasilan dari mengamen keliling ibukota. Nuryati berharap kehidupannya bisa lebih baik dan tidak lagi mengamen.

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Meninggal dalam Kondisi Negatif COVID-19, Pernah Ingin Dimakamkan di Lombok

Sumber: tempo.co

Pos terkait