Komisi I DPR: Saya Yakin Prabowo Tidak Mau Main Api Dalam Sekam
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu di Istana Merdeka membicarakan soal koalisi, Jumat (11/10/2019).Pojoksatu

Buka-bukaan Prabowo soal Kunjungan ke AS Hingga Lingkaran Jokowi

IDTODAY NEWS – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kini buka-bukaan mengenai kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Prabowo juga bicara rencana keberangkatannya ke Amerika Serikat (AS) setelah mendapat undangan.

Prabowo menjelaskan tentang rencana keberangkatanya dalam wawancara khusus courtesy DPP Partai Gerindra seperti dilihat Selasa (13/10). Dalam wawancara itu, Prabowo menjelaskan dan meluruskan berbagai isu-isu tentang dirinya dan juga terkait kedekatannya dengan mantan rivalnya di Pilpres 2019, Jokowi.

Pertama, Prabowo bicara mengenai rencananya berangkat ke AS setelah mendapat undangan dan restu dari Jokowi terkait keberangkatannya itu. Jokowi, kata Prabowo, menyetujui keberangkatan Prabowo ke AS.

Baca Juga  Sidang Gugatan Praperadilan Bakal Dijaga Ketat Polisi, Begini Reaksi Kubu Habib Rizieq Shihab

“Ya Amerika negara penting. Saya diundang ya, saya harus memenuhi undangan tersebut,” kata Prabowo.

Walaupun perjalanan jauh sekarang pandemi COVID, tapi ya tetap kita hormati. Saya menghadap Presiden, saya lapor Presiden, ‘Pak, saya dapat undangan dari Amerika Serikat’. Presiden mengatakan, ‘Ya harus berangkat’. ‘Ya siap’,” ucapnya sambil mencontohkan percakapannya dengan Jokowi.

Dalam video itu, Prabowo juga menceritakan sosok Jokowi di matanya. Prabowo menyatakan mau bergabung ke pemerintahan Presiden Joko Widodo karena dia melihat Jokowi sebagai sosok yang mementingkan rakyat. Prabowo kemudian mengomentari lingkaran Presiden Jokowi.

Baca Juga  Usai Dilantik Jokowi, Polri Gelar Penyerahan Panji Tribrata ke Listyo Sigit

“Setelah saya masuk kabinet, saya lebih lihat bagaimana beliau kerja dan saya yakin bahwa niat beliau baik. Saya bukan sok ngolor di sini atau apa, saya yakin beliau nasionalis, beliau mikirin rakyat, ya kan,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut presiden di setiap negara pasti punya bubble atau lingkaran. Prabowo menyebut maksud sebenarnya bubble ini ialah melindungi.

“Bahwa setiap pemimpin kadang-kadang, ada… kalau istilah orang Barat bubble. Setiap pemimpin itu muncul pasti ada bubble, ada lingkaran yang maksudnya melindungi. Tapi melindungi kadang-kadang juga, ya budaya orang Indonesia kan begitu kan, apa… nggak, takut memberikan laporan yang sebenarnya,” kata Prabowo.

Baca Juga  Mahfud MD: Terima Kasih Pak Amien Rais, Sudah Umumkan Peristiwa 6 Laskar FPI Bukan Pelanggaran HAM Berat

“Kedua, ada juga kadang-kadang yang menurut saya sih, suka apa ya… menggiring pemimpin untuk mengambil keputusan etcetera etcetera begitu,” sebut Prabowo.

Prabowo mengaku juga merasakan hal yang sama. Menurut Prabowo, ada orang yang suka mengklaim menggunakan namanya.

“Saya juga merasakan di lingkungan saya. Ada orang yang mengaku ini petunjuk Prabowo Subianto, ini petunjuk Ketua Umum Gerindra. Padahal tidak lewat saya. Kadang-kadang. Ngaku. Ada juga yang umpamanya dia sok menjadi filter gitu loh. Kadang-kadang surat-surat ke saya nggak disampaikan,” ucap Prabowo.

Baca Juga  Pimpinan Banser Juga Persilahkan Polisi Proses Abu Janda, Begini Sikapnya

Lebih lanjut, Prabowo juga menjawab pertanyaan miring tentang dirinya yang terkesan tak lagi lantang bersuara setelah menjadi menteri di kabinet Jokowi. Dia menjawab tentang tempat dan waktu kapan seseorang harus lantang.

“Lantang? Wah…. Jadi begini. Kita sebagai pemimpin, kita harus mengerti, dan kita harus tahu ya kan, peran apa, di saat apa, dengan cara apa. Jadi itu kita harus pandai untuk memilih. Tetapi nilai-nilai tidak berubah, cita-cita tidak berubah,” jelasnya.

Baca Juga  Loyalis Jokowi Bereaksi, Fadli Zon Bandingkan Kerumunan Jokowi dengan Habib Rizieq

“Ibarat kita, tujuan kita mau dari Jakarta ke Surabaya, kadang-kadang kita harus tentukan apakah saya lewat jalur utara atau jalur selatan? Tapi ujungnya saya masih tetap mau ke Surabaya,” ucap Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan cita-citanya saat Pilpres 2019 sama sekali tidak berubah. Prabowo menegaskan hanya menjalani perannya saat ini demi kemajuan bangsa.

“Jadi waktu saya di luar pemerintah, saya calon presiden, ya saya menyampaikan cita-cita saya, nilai-nilai saya melalui program, melalui manifesto perjuangan,” kata Prabowo.

Baca Juga  Mahfud Tegaskan Dukung KPK Hukum Mati Menteri Korupsi di Masa Pandemi

Sikap lantang berbicara dalam forum pun dijelaskan Prabowo. Kalau dia bicara dengan nada loyo di depan ribuan orang, Prabowo mengaku kasihan kepada pendukungnya.

“Dan kalau kita bicara di forum, kan kita bicara di depan ribuan orang. Kalau kita bicara di depan 100 orang saja kalau tidak lantang, ngantuk. Saya kan bekas komandan pasukan, bekas panglima. Panglima, komandan, itu ya guru, ya pelatih. Jadi saya mengerti. Makanya kalau pelatih yang baik itu suaranya ya lantang supaya anak buahnya nggak ngantuk. Kalau rakyat ribuan, kalau saya bicara (suara bergumam) capek dia, kan kasihan mereka,” kata Prabowo.

Baca Juga  KPK Tidak Boleh Nyatakan Harun Masiku Meninggal Tanpa Melihat Jasadnya

“Tapi cita-cita yang saya perjuangkan tidak berubah. Nah begitu saya memutuskan bahwa demi kepentingan bangsa dan negara supaya Indonesia kuat, kita harus ada ketenangan, kita harus ada stabilitas, kita harus ada persatuan, kita harus ada kerukunan karena negara kita sudah dari zaman dahulu, ratusan tahun sebelum kita punya Republik Indonesia, Nusantara ini ratusan tahun kita diganggu. Kenapa, karena kita ini kaya,” tutur Prabowo.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan