Cerita Masa Muda Syekh Ali Jaber yang Dijuluki Ali Zidane

Ulama Syekh Ali Jaber menitipkan salam kepada Presiden Joko Widodo saat dijenguk oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pasca-peristiwa penusukan di Lampung. Mahfud mendatangi mendatangi kediaman Syekh Ali Jaber pada, Senin (14/9/2020) malam.(Dok. Kemenko Polhukam)(Foto: kompas.com)

IDTODAY NEWS – Pendakwah asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia, Syekh Ali Jaber, yang meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021), dikenal hobi bermain sepak bola semasa mudanya.

Bahkan karena kelihaiannya mengolah si kulit bundar, Syekh Ali Jaber dijuluki Ali Zidane. Julukan Ali Zidane juga disematkan kepadanya lantaran ia terlihat mirip dengan legenda sepak bola asal Prancis, Zinedine Zidane.

Bacaan Lainnya

Cerita masa muda Syekh Ali Jaber itu diungkapkan oleh pihak keluarga lewat foto masa muda Syekh Ali Jaber yang beredar di dunia maya.

“Dia bermain sepak bola di grup Assyabab Ampenan (Kota Mataram), pemainnya orang Arab semua,” tutur Faisal Jaber, keluarga Syekh Ali Jaber sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (15/1/2021).

Faisal menceritakan, foto Syekh Ali Jaber muda yang tengah berpose bersama anggota tim sepak bolanya itu diambil di Ampenan, Mataram.

Karena kelihaiannya mengolah bola, Syekh Ali Jaber juga disegani oleh para lawannya.
“Tendangannya cukup keras,” kata Faisal.

Baca Juga  Laporan Forensik Ungkap 18 Lubang Peluru di Jenazah 6 Laskar

Kendati demikian, kehadiran Syekh Ali Jaber sangat diterima oleh masyarakat lokal karena sikapnya yang ramah, santun, dan terbuka.

Syekh Ali Jaber tak hanya gemar bermain bola, tetapi juga menyaksikan pertandingan dari pinggir lapangan langsung.

Saking cintanya dengan salah satu klub, Syekh Ali Jaber tak segan memberi bantuan kepada klub lokal di Mataram yang ia dukung.

“Sampai-sampai kostum dia berikan ke grup itu. Termasuk sepatu-sepatunya dia berikan,” lanjut Faisal.

Kemudian, Syekh Ali Jaber hijrah ke Jakarta dan menetap di ibu kota selama 12 tahun. Ia kemudian dikenal sebagai pendakwah kondang dan mulai sering tampil di sejumlah acara televisi.

Hingga akhirnya Syekh Ali Jaber dianugerahi kewarganegaraan Indonesia dari Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2012.

Ia lalu mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber untuk mendukung misi dakwahnya. Syekh Ali Jaber pun meninggal dunia di usianya yang ke 44 tahun pada 14 Januari.

Baca Juga: TB Hasanuddin Sentil Ribka Tjiptaning

Sumber: kompas.com

Pos terkait