Rahmad Handoyo
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo/Net

Data Jokowi Bocor, Komisi IX Dorong Kemenkes Gerak Cepat Koordinasi ke Kominfo dan BSSN

IDTODAY NEWS – Kementerian Kesehatan harus bergerak cepat melakukan investigasi bocornya data sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo di ruang publik.

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta Kemenkes untuk bergerak cepat menggandeng sejumlah instansi untuk melakukan investigasi, khususnya terhadap aplikasi PeduliLindungi.

Rahmad menilai persoalan aplikasi dan perlindungan data, Kemenkes memang bukan instansi yang ahli. Karena itu perlu koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca Juga  Jokowi Disebut Taat Konstitusi, Mustofa Nahrawardaya Sindir: Sayang, Fadjroel yang Ngomong

Selain koordinasi oleh Kemenkes, lanjut legislator PDI Perjuangan ini, perlu peningkatan pengamanan data-data pribadi masyarakat Indonesia.

“Proses penyempurnaan harus dilakukan, proses perbaikan harus dilakukan lagi kembali, proses peningkatan keamanan juga harus berlapis-lapis. Meskipun kita sadari, kita pahami bahwa Kementerian Kesehatan tidak ahli di bidang siber maupun teknologi ini,” kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (3/9).

Khusus masalah kebocoran data yang terus berulang hingga turut dialami kepala negara, Rahmad menekankan masalah yang dihadapi saat ini sudah sangat serius.

Baca Juga  Kirim Pesan Untuk Rizal Ramli, Seorang Pejabat Tinggi Sudah Ngaku Sulit Menangani Varian Delta Covid-19

“Sampai adanya data Pak Jokowi tersebar di medsos itu perlu pendalaman, apa yang sedang terjadi, siapa yang sedang bermain-main untuk mencuri itu apa manfaatnya dan apa kegunaannya,” tandasnya.

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Balasan