Buruh Demo di Patung Kuda Bawa Bebek
Massa buruh membawa bebek saat berunjuk rasa sebagai bentuk sindiran. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Demo Di Patung Kuda, Buruh: Ngapain Pak Jokowi Jauh-jauh ke Kalimantan Kalau Cuma Mau Lihat Bebek, Kami Bawain

IDTODAY NEWS – Ada tiga bebek yang mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, siang ini. Bebek-bebek itu rupanya sengaja dibawa massa aksi dari buruh.

Dari pantauan pukul 14.39 WIB, Rabu (14/10/2020), tampak massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) memadati lokasi yang berada di dekat pintu masuk Monas. Mereka menyampaikan aspirasinya menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Baca Juga  Berisiko Terhadap Posisi Kepresidenan, Jokowi Harus Segera Ambil Sikap

Massa tampak membentangkan spanduk berisi aspirasi penolakan. Selain itu, ada mobil komando dengan oratornya yang terus meneriakkan orasi.

Tiba-tiba ada tiga buruh perempuan yang mendekati mobil komando sembari masing-masing memegang seekor bebek. Koordinator lapangan (korlap) aksi dari FSPASI bernama Nurdin mengatakan tiga bebek itu sebagai simbol sindiran.

“Itu artinya bentuk sindiran. Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia, presidennya orang Indonesia, dia lebih mementingkan nengokin Kalimantan ketimbang menemui rakyatnya yang beramai-ramai datang ke Istana,” ucap Nurdin.

Baca Juga  Suharso Monoarfa Terpilih Sebagai Ketum PPP Secara Aklamasi

Pada 8 Oktober lalu, saat aksi demonstrasi berlangsung di Istana hingga akhirnya berakhir ricuh, Presiden Jokowi memang tidak sedang berada di Ibu Kota. Jokowi melakukan kunjungan ke Kecamatan Pandih Batu, Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk melihat peternakan bebek.

“Maka kami buruh berinisiatif, ngapain Pak Jokowi jauh-jauh ke Kalimantan kalau cuma mau lihat bebek. Kami bawain jauh-jauh dari Cileungsi ke sini. Kita anterin, kita anterin bebek itu,” lanjutnya.

Baca Juga  Amien Rais: Kita Semua Akan Jadi Bangsa Kacung

Nurdin juga menyebut UU Cipta Kerja merugikan buruh. Proses terbentuknya UU Cipta Kerja pun turut dikritiknya.

Sementara itu, massa buruh saat ini masih melakukan aksi unjuk rasa. Aparat kepolisian pun melakukan penjagaan. Di sisi lain, lalu lintas di sekitar Patung Kuda tidak ditutup dan terpantau ramai-lancar.

Tinggalkan Balasan