Demokrat Makin ‘Panas’, Darmizal ‘Menyerang’ Lagi: SBY yang Sesungguhnya Melakukan Kudeta

Demokrat Makin ‘Panas’, Darmizal ‘Menyerang’ Lagi: SBY yang Sesungguhnya Melakukan Kudeta
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Susilo Bambang Yudhoyono (pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Mantan Wakil Komisi Dewan Pengawas (Dewas) DPP sekaligus Pendiri Partai Demokrat HM Darmizal MS kembali membuat pernyataan keras.

Kali ini, ia menyebut bahwa sejatinya yang melakukan kudeta adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bacaan Lainnya

SBY, disebut Darmizal telah mengambil alih Partai Demokrat dari para pendirinya untuk dijadikan partai dinasti.

Demikian disampaikan Darmizal dalam keterangannya, dikutip dari JPNN.com (jaringam PojokSatu.id), Jumat (19/2/2021).

“SBY yang sesungguhnya telah melakukan kudeta atau pengambil alih Partai Demokrat dengan segala cara,” tuturnya.

Pada saat KLB di Surabaya, ungkapnya, SBY berjanji hanya untuk meneruskan sisa kepemimpinan Anas Urbaningrum sampai 2015.

Baca Juga: Demokrat: Ini Bukan AHY vs Jokowi dan Bukan Partai Biru Lawan Partai Merah

“Pada Kongres Partai Demokrat tahun 2015 di Surabaya, SBY mengingkari janjinya dan muncul sebagai calon tunggal,” ujarnya.

Sedangkan di Kongres V Partai Demokrat pada 15 Meret 2020, dipaksa dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga  Wow! Dana untuk Mengudeta AHY Sangat Besar, Sebagian Sudah Disebar ke DPC

Di kongres itu pula, jabatan ketua umum diwariskan kepada putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai putra mahkota.

Saat itu, sambugnya, tanpa memenuhi tata cara beracara kongres.

“Menyuruh keluar ruang sidang semua peserta kongres yang punya hak bicara, tidak mengesahkan keputusan sebagaimana mestinya,” ucap dia.

Yang dimaksudnya antara lain jadwal acara, tata tertib, pembahasan AD/ART, pembahasan program kerja dan laporan pertanggungjawaban SBY Ketua umum sebelumnya.

Baca Juga: Risma Disebut Bakal Pimpin Ibu Kota Gusur Anies di Pilgub DKI Jakarta 2024

“Namun langsung mendeklarasi AHY menjadi Ketua umum oleh Ketua-ketua DPD. Itulah yang mereka sebut sebagai aklamasi,” bebernya.

Sebelumnya, senior Partai Demokrat Jawa Barat Yan Rizal Usman menyatakan, Kongres Maret 2020 yang mengangkat AHY sebagai Ketua Umum sebetulnya cacat prosedur.

Bahkan, ia menegaskan Kongres 2020 itu penuh rekayasa dan tidak taat azas.

“Kongres Maret 2020 tanpa ada laporan pertanggung jawaban Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dengan kata lain, tidak melengkapi layaknya persidangan partai politik,” katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (15/2).

Menurutnya, hal ini berbeda saat KLB Partai Demokrat pada 2013 atas Ketua Umum Anas Urbaningrum yang kemudian digantikan oleh SBY, saat itu Presiden RI periode kedua.

Baca Juga  DPR: Napi Kabur Gali Lubang 25 Meter, Tapi Tak Ada Bekas Galian Tanah

“Karena itu wajar kalau ada tuntutan KLB. Sebab ada hal-hal mendasar yang mendorong munculnya keinginan untuk menggelar KLB. Partai Demokrat perlu hadirkan penyelamat partai untuk atasi kondisi terpuruk seperti ini,” kata Yan Rizal.

Baca Juga: Pendiri Demokrat: SBY seperti Tetangga Diajak Masuk lalu Mengambil Rumah Pemiliknya

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait