Sri Mulyani
Presiden Joko Widodo, berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawat. (Foto: TEMPO/Subekti)

Demokrat: Rakyat Lagi Butuh Bantuan Malah Bailout Jiwasraya, Sebenarnya Sri Mulyani Ini Siapa?

IDTODAY NEWS – Suntikan dana hingga Rp 22 triliun untuk penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mendapat kritikan tajam dari Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief.

Andi Arief mengaku tidak habis pikir dengan langkah Sri Mulyani memberi dana talangan sebesar itu untuk sebuah perusahaan yang dirampok.

Kecurigaannya mengerucut pada dugaan, apakah Sri Mulyani ikut mendapat sesuatu dari proses ini.

Baca Juga  Andi Arief: Jika Pemerintah Letoy Hadapi Pandemi, Lambaikan Tangan ke Kamera

“Nggak habis pikir Sri Mulyani bailout Jiwasraya 22 T. Sebenernya ibu ini dapat apa enggak sih. Lama-lama saya mencurigai,” sindirnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat (2/10).

Baginya upaya pemerintah memberi suntikan dana Jiwasraya melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) secara bertahap, bertolak belakang dengan keadaan yang dialami rakyat. Di mana rakyat tengah sengsara secara ekonomi karena pandemi yang tak kunjung berakhir.

Baca Juga  KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau

“Lagi resesi, rakyat butuh bantuan, menkeu SMI ikut terlibat bail out jiwasraya. Sebenernya ibu ini siapa,” lanjutnya.

Menurutnya, langkah Sri Mulyani ini akan menimbulkan efek yang tidak kecil. Dia yakin rakyat yang semakin menderita akan berontak jika menteri berpredikat terbaik dunia itu terus mengeluarkan kebijakan yang nyeleneh.

“Kalau SMI menkeu sudah pakai cara halus di tengah pandemi, nggak lama lagi rakyat pake jurus nekad,” tutupnya.

Baca Juga  Soal Pembubaran FPI, Dasco: Jangan Gerindra Aja Dong Yang Ditanya

PMN untuk menyelamatkan Jiwasraya akan diberikan bertahap. Tahun 2021 sebesar Rp 12 triliun dan tahun berikutnya Rp 10 triliun.

Hal ini sesuai keputusan rapat panitia kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manajemen Jiwasraya, dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Nantinya, gelontoran dana akan digunakan untuk penyetoran modal pembentukan perusahaan baru, yakni IFG Life yang akan berada di bawah holding asuransi BUMN, yakni BPUI.

Baca Juga  Ramalan Sri Mulyani Sering Meleset, Rizal Ramli: Kalau Ngibul Jangan Keterlaluan

Perusahaan tersebut digunakan untuk menampung seluruh nasabah Jiwasraya yang telah direstrukturisasi polisnya, baik itu nasabah tradisional dan saving plan.

Sumber: rmol

Tinggalkan Balasan