Demokrat Sebut Darmizal Cs Perampok!

Demokrat Sebut Darmizal Cs Perampok!
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

IDTODAY NEWS – Perang terbuka terus terjadi antara pengurus Partai Demokrat (PD) dengan para kader partai yang telah dipecat dari keanggotan partai berlambang bintang mercy tersebut. Dampak dari pemecatan itu, isu Kongres Luar Biasa (KLB) pun semakin menguat, di saat yang sama, internal PD menyebut KLB adalah abal-abal.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan, partainya malu besar pernah punya kader-kader seperti Darmizal dan pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) dan kader lain yang sudah dipecat.

Bacaan Lainnya

“Sudah berkhianat dari perjuangan tulus para kader militan Partai Demokrat, mau rampok partai ini pula dari para kadernya, dengan bekerja sama dengan oknum pejabat penting pemerintahan,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (28/2/2021).

Herzaky mengatakan, tabiatnya Darmizal itu memang suka menebar kabar bohong dan menyebar fitnah dimana-mana terkait kepengurusan Partai Demokrat era Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini. Bisa-bisanya menuduh partai ini dikelola dengan nuansa tidak taat aturan, dan tidak demokratis.

Baca Juga  Ramai Tagar Hina DPR, PD: Kami Tak Ikut Setujui UU Cipta Kerja

Baca Juga: Gde Siriana: Benar Nggak Sih Kalau Rezim Ini Pantas Disebut KKN-Dinasti?

“Padahal, apapun tindakan yang kami lakukan, selalu sesuai dengan aturan. Misalnya, saat memecat kader-kader pengkhianat yang berkolusi dengan pihak luar untuk rampok partai ini seperti Darmizal, kami butuh waktu yang tidak sebentar, karena ada proses dan mekanisme yang harus dilalui sesuai dengan AD/ART kami,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, jika dibilang tidak demokratis, pemecatan Darmizal dan kawan-kawannya justru menunjukkan pihaknya sangat demokratis. Dalam hal ini, AHY sebagai Ketum sangat menyimak dan menganggap penting masukan dari para kader di berbagai tingkatan dan daerah, yang meminta Darmizal dipecat, sebelum memutuskan untuk memecat Darmizal dan teman-teman sesuai dengan aturan yang berlaku di internal Partai Demokrat.

“Lalu, Darmizal itu yang tidak tahu aturan. Mau buat KLB Partai Demokrat, tapi mau pakai aturan versi sendiri. Majelis Tinggi Partai (MTP) tidak setuju, 34 DPD tidak setuju, DPC-DPC juga tidak setuju, padahal ketentuannya KLB harus persetujuan MTP, dan permintaan 2/3 dari seluruh 34 DPD dan 1/2 dari seluruh DPC,” beber dia.

Sehingga, kata Herzaky, KLB versi siapa ini yang dibuat Darmizal? Menurutnya, jika KLB serius akan dibuat, sudah pasti tidak inkonstitusional karena tidak sesuai dengan aturan, dan ilegal karena pesertanya asal-asalan alias bukan pemilik suara sah di partai ini.

Baca Juga  Mahfud MD Dukung Penggunaan Markaz Syariah FPI sebagai Pondok Pesantren

“Lalu, buat kader-kader senior kami yang kenal betul dengan kelakuan Darmizal, pada geleng-geleng kepala semua saat Darmizal mengatakan KLB harus dilakukan demi tujuan mulia yang dilandasi niat tulus dengan manfaat kebaikan. Niat tulus atau niat fulus sebenarnya?” ungkapnya.

Dia menambahkan, bersamaan munculnya KLB, kader-kader partai di daerah itu disebutnya diiming-imingi fulus atau imbalan berupa duit tunai lengkap dengan segala fasilitasnya jika bersedia mendukung KLB.

“Kader-kadernya pun asal comot saja yang kami dengar. Siapa saja yang mau ikut, asal punya KTA Demokrat, bakal dikasih surat undangan dan dianggap pemilik suara mewakili daerahnya,” ungkapnya lagi.

Di sisi lain, jika benar Darmizal dan teman-teman yakin punya niat tulus memperbaiki PD, sebaiknya duitnya dipakai buat bantu rakyat saja yang sedang kesulitan karena pandemi covid-19 dan bencana alam.

“Langsung disalurkan jadi sembako seperti yang dilakukan oleh Pengurus dan kader Partai Demokrat saat ini yang benaran sedang sibuk berjuang untuk rakyat. Jangan malah buang-buang duit untuk beli jaket yang bakal dibagikan ke peserta KLB Abal-abal,” tandasnya.

Baca Juga: Menko Mahfud Tidak Ingin Firli Bahuri Cs Diombangambingkan Opini

Sumber: okezone.com

Pos terkait