Denny Siregar: Masih Banyak Orang yang Tak Paham Bahaya Propaganda HTI
Denny Siregar,(Foto: IST)

Denny Siregar: Masih Banyak Orang yang Tak Paham Bahaya Propaganda HTI

IDTODAY NEWS – Pegiat media sosial Denny Siregar menyebut banyak orang yang masih belum memahami bahaya propaganda Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya, pergerakan mereka halus namun destruktif.

“Masih banyak orang yang tidak paham bahaya propaganda HTI yang halus tapi sangat merusak itu. Itulah kenapa di banyak negara, Hizbut Thahrir lah yang banyak dilarang,” cuitnya di akun Twitter @DennySiregar7, dikutip pada Selasa (12/1).

Baca Juga  Beberkan Ironi di Balik Seruan Susi Unfol Abu Janda, Denny Siregar: Hidup Memang Seanjing Itu…

Denny menambahkan, HTI menguasai cara memanipulasi pikiran orang awam. Orang yang terkena cuci otak, lanjut dia, tak akan sadar bahwa mereka menjadi alat kepentingan kelompok.

“Mereka licin dan licik seperti ular. Dan mereka sangat kuasai cara-cara cuci otak dengan memanipulasi pikiran awam, sehingga gak sadar jadi alat tujuan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM secara resmi mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada tanggal 19 Juli 2017.

Baca Juga  MUI Minta Jokowi Arif Putuskan Kapolri Baru, Denny Siregar: Maksudnya Harus Ada Stempel Halalnya Dulu

Pencabutan itu didasari Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0028.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan HTI.

Hal tersebut dilakukan sebagai tindaklanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Menurut Menko Polhukam saat itu, Wiranto, HTI dibubarkan karena tak melaksanakan peran positif dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

Baca Juga  Antisipasi Demo Buruh, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan

Selain itu, kegiatan HTI terindikasi telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Baca Juga:UAS Ceramah Meledak-ledak, Abu Janda: Stres Endorsan Pilkada Gak Ada yang Menang?


Sumber: jitunnews.com

Tinggalkan Balasan