Denny Siregar
Denny Siregar dan Permadi Arya (Istimewa0

Denny Siregar Posting #HTIOrganisasiTerlarang Sambil Acungan Jari Tengah: Gue Paling Demen Disomasi

IDTODAY NEWS – Polemik terkait keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali mencuat.

Itu setelah peristiwa Banser yang mendatangi kediaman Abdul Hakim dan Zainullah di Rembang, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/8/2020).

Ketua PC GP Ansor Bangil, Saad Muafi yang melakukan tabayun menyatakan HTI organisasi terlarang dan meminta Zainullah, berhenti menyebarkan ajaran khilafah.

Keduanya juga dianggap menghina ulama NU Habib Luthfi bin Yahya.

Baca Juga  Denny Siregar: Emang Agus Sama Ibas Tahu Apa Tentang Rakyat Kecil?

Melalui akun Twitter pribadinya, pegiat media sosial, Denny Siregar pun ikut berkomentar.

Akan tetapi, kali ini, Denny tak berkomentas panjang lebar.

Ia hanya mengunggah sebuah foto yang menunjukkan acungan jari tengah dengan tagar #HTIOrganisasiTerlarang yang diulang empat kali

“Tambah jari tengah..” tulis Denny dalam cuitannya, di akun @Dennysiregar7, Minggu (23/8/2020) malam.

Dalam cuitan yang lainnya,, Denny juga menganggapi kabar bahwa ada advokat HTI yang yang akan mengambil langkah hukum.

Baca Juga  Mas Pandji Pragiwaksono, Nih Dapat Salam Khusus dari Muhammadiyah, Spesial Banget

Langkah hukum dimaksud adalah pelayangan somasi kepada siapapun yang menyebut HTI adalah organisasi terlarang.

“Ada advokat HTI yang katanya akan mensomasi siapa saja yang menyebut HTI adalah organisasi terlarang,” tulisnya.

Kali ini, Denny bahkan melontarkan tantangan.

“Okelah kalau gitu, gua paling demen disomasi..” tantang dia.

Lagi-lagi, Denny pun membubuhkan tagar #HTIOrganisasiTerlarang sebanyak empat kali.

“Gimana? Gua tunggu,” tulisnya lagi.

Baca Juga  Kepala KUA Tanah Abang Dicopot, Bukhori: Kemenag Mau Jadi Pahlawan Kesiangan?

Dalam cuitan itu, ia menyertakan sebuah video Ketua Eksekutif Nasional BHP Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan.

Video itu sendiri diunggah ke media berbagi video pada 2 November 2018 silam.

Melalui video itu, Chandra menyatakan bahwa tidak ada satupun keputusan yang dikeluarkan pemerintah yang menyatakan HTI sebagai ormas terlarang.

Hal itu sebagaimana putusan, baik di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) maupun Pengadilan Tinggu TUN yang menyatakan demikian.

Baca Juga  Ada Doa untuk Denny Siregar dari Tasikmalaya

“Ini berkas putusan dari TUN, dalam putusan itu menyatakan bahwa tidak ada satupun putusan yang menyatakan bahwa HTI sebagai ormas terlarang,” tuturnya.

Karena itu, Chandra meminta semua pihak agar tidak memperkusi HTI, anggota maupun simpatisannya di manapun.

“Saya peringatkan, saya akan somasi, kami akan somasi, siapa saja yang menyatakan hti sebagai ormas terlarang,” ancamnya.

Chandra juga mengirimkan pesan kepada mereka yang memperkusi HTI, anggota dan simpatisannya.

Baca Juga  Beda Sikap Politik dengan Demokrat, Ferdinand Hutahaean: Saya Memutuskan Pergi

“Saya mengimbau kepada siapapun, jangan menyatakan HTI sebagai ormas terlarang dan jangan memperkusi anggotanya dan simpatisannya,”

“Kalau tidak Anda akan berhadapan dengan hukum,” ancamnya lagi.

Sumber: pojoksatu

Tinggalkan Balasan