Denny Siregar Warning Komika Pandji: Hati-hati, NU dan Muhammadiyah Bisa Tersinggung

Denny Siregar Warning Komika Pandji: Hati-hati, NU dan Muhammadiyah Bisa Tersinggung
Denny Siregar (Foto: pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Pegiat media sosial Denny Siregar mengingatkan komika Pandji Pragiwaksono agar tidak mudah membuat pernyataan kontroversial.

Hal itu terkait sebuah pemberitaan dari fin.co.id berjudul ‘Pandji Pragiwaksono: FPI Disukai Karena Selalu Bantu Masyarakat, NU dan Muhammadiyah Tidak’.

Bacaan Lainnya

“Mas @pandji ini dasar pemikirannya darimana? Apa cuma denger ceritanya orang FPI doang?” tulis Denny Siregar sebagaimana dikutip PojokSatu.id, Kamis (21/1/2021).

Denny pun mengingatkan Pandji agar berhati-hati dalam berbicara atau membuat pernyataan.

“Hati-hati lho, @nahdlatululama dan @muhammadiyah bisa tersinggung dengar ucapan begini,” ingatnya.

Untuk diketahui, pemberitaan itu didasarkan pada video diskusi secara virtual Pandji dengan dua mantan anggota FPI, Rabu (20/1).

Pandji menyatakan, pembubaran FPI itu bukan langkah tepat karena hanya akan melahirkan bentuk ormas yang berbeda.

“Ngebubarin itu percuma, karena nanti akan ada yang lain lagi, Front Pejuang Islam atau lainnya. Ngebubarin percuma kaya nutup situs bokep, entar juga kebuka lagi ga ada hujungnya gitu,” ujar Pandji dilansir dari fin.co.id.

Baca Juga  Manuver Pangdam Jaya Disentil PP Muhammadiyah, Ini Sebabnya

Menurutnya, banyak simpatisan FPI di tengah masyarakat, utamanya dari kalangan bawah.

Itu karena FPI selalu ada ketika masyarakat kalangan bawah meminta bantuan.

Menurut Pandji Pragiwaksono, pendapat itu dia dengar dari Sosiolog Thamrin Amal Tomagola ketika diwawancarainya di Har Rock FM Jakarta tahun 2012 lalu.

“FPI itu dekat dengan masyarakat. ini gue dengar dari Pak Thamrin Tomagola, dulu tahun 2012,” ujarnya.

Pandji lantas menceritakan, misalnya ada anak mau masuk di sebuah sekolah, tapi tidak bisa masuk, biasanya orang tuanya mendatangi FPI untuk minta surat.

Selanjutnya, FPI membuatkan surat yang kemudian dibawa orang tuanya untuk diserahkan kepada pihak sekolah.

“Itu anak (akhirnya) bisa masuk, terlepas dari isi surat itu menakutkan atau tidak, tapi nolong warga gitu,” ujar Pandji.

Pandji melanjutkan, FPI terkenal dan disukai di masyarakat kalangan bawah ketika para elit dari ormas Islam besar, yakni Nahdaul Ulama (NU) dan Muhammadiyah jauh dari masyarakat.

“FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhamamdiya) jauh dari rakyat. Mereka elit-elit politik,” ucap Pandji.

“Sementara FPI itu dekat (dengan masyarakat). Kalau ada yang sakit, ada warga yang sakit mau berobat, ga punya duit, ke FPI,”

Baca Juga  GP Ansor: Permadi Arya 'Abu Janda' Bukan Pengurus Ansor

“Kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. suratnya dibawa ke dokter jadi diterima,” ujarnya.

Pandji melanjutkan, menurut Tamrin Tomagola, pintu ulama-ulama dari kalangan FPI selalu terbuka untuk membantu masyarakat yang sedang kesusahan.

Sementara NU dan Muhammadiyah, terlalu elitis, sehingga masyarakat enggan untuk mendekat.

“Kata Pak Tamrin Tomagola, pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga, jadi orang kalau mau datang bisa.”

“Nah, yang NU dan Muhammadiyah yang terlalu tinggi dan elitis, warga tuh ngga kesitu, warga justru ke FPI. Makanya mereka pada pro FPI, karena FPI ada ketika mereka butuhkan,” ungkap pria 41 tahun ini.

Menurutnya, jika pemerintah tidak mau melihat FPI eksis, maka harus menyelesaikan masalah sosial lingkungan.

“Makanya gue bilang, bubarin FPI itu gampang tapi gak menyelesaikan masalahanya karena FPI menyediakan bantuan ketika rakyat lagi butuh selama elu ga kasi bantuan ketika rakyat lagi butuh, maka rakyat akan cari ormas lain untuk dapat bantuan,” ucap Pandji.

“Jadi kalau lu ga mau ormas itu tamba gede, tambah kekuatan, ya elu harus bisa menyelesaikan masalah sosial di lingkungan elu.”

“Karena ketidak kepedulian lu terkaitpemasalahan sosial, akan berbalik dalam bentuk pemaslahan sosial lagi,” ujarnya lagi.

Baca Juga  Kawal Kemenangan, Golkar Bentuk Tim Advokasi Sengketa Pilkada 2020

Baca Juga: Pandji Sebut FPI Dekat dengan Masyarakat Sedangkan NU dan Muhammadiyah Enggak, Muannas: Komedian Karbitan

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait