Deretan Caci Maki Amien Rais ke Jokowi: dari Pekok, Bebek Lumpuh sampai Setan

Amien Rais
Amien Rais. (Foto: Repro Youtube)

IDTODAY NEWS – Amien Rais adalah sosok yang selama ini dikenal publik sangat keras dalam menyampaikan kritik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan terkesan, ada caci maki sampai hinaan.

Bacaan Lainnya

Tapi hal itu sepertinya sama sekali tak diambil hati oleh Jokowi yang tidak baper (bawa perasaan).

Itu sebagaimana terlihat dalam pertemuan Amien Rais bersama enam orang Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar FPI, Selasa (9/3) kemarin.

Dalam pertemuan itu, Jokowi lebih dulu menyapa dengan memberikan salam dua tangan yang ditangkupkan di dada.

Sebagai tanda hormat, orang momor satu di Indonesia itu juga menundukkan kepala kepada Ketua Dewan Penasihat Persaudaran Alumni 212 (PA 212).

Sementara, Amien membalas dengan menunduk. Bedanya, pandangan Jokowi tertuju kepada Amien.

Baca Juga: Anak Buah AHY Bantah Darmizal soal SBY: Dia harus Menyimpan Tangisannya untuk Pertanggungjawaban Nanti

Sedangkan tatapan mata Amien Rais menunduk dengan tatapan mata ke lantai.

Baca Juga  Hari Pertama Kampanye, Kubu Mantu Jokowi Langgar Protokol Kesehatan

Publik juga tak akan lupa bagaimana caci maki dan hinaan yang dilontarkan Amien Rais kepada Jokowi.

Sebutlah “pekok”, “bebek lumpuh”, “lurah”, atau menyebut pendukung Jokowi sebagai “setan”.

Bahkan, Amien Rais juga tak sekali meminta Jokowi mundur dari kursi Presiden.

Sebutan “pekok” itu dilontarkan Amien Rais dalam ceramahnya di Pengajian Kebangsaan di Kawasan Petogogan, Jakarta Selatan, 16 Desember 2018 silam.

Saat itu, Amien menyebut Jokowi tidak pernah bicara pentingnya moral.

“Raja bohong dia tetap bohong terus, karena revolusi mental bukan moral,” ucapnya.

Amien juga menyatakan ini adalah saatnya mengucapkan selamat tinggal untuk revolusi mental yang diganti dengan revolusi moral.

“Prabowo, nanti kita gelorakan revolusi moral. Kalau kita bisa meruntuhkan rezim yang pekok ini, bagaimana amal salih yang monumental yang bisa kita kerjakan,” tuturnya.

Masih dalam panasnya persingan jelang Pilpres 2019 lalu, Amien Rais juga pernah membuat pernyataan kontroversial.

Amien menyebut, yang mendukung Prabowop-Sandi adalah golongan partai Allah.

Sementara mereka yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf tergolong dalam partai setan.

Itu diucapkan Amien Rais dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, 13 April 2018.

Baca Juga  Jangan Sampai Rakyat Berikan Cap Jokowi Presiden Influencer

“Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” ujar Amien

“Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya,”

“Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” imbuh dia.

Sedangkan hinaan “bebek lumpuh” diucapkan Amien Rais pada 15 Januari 2019.

Ucapan itu disampaikan Amien dalam diskusi bertajuk ‘Refleksi Malari, Ganti Nakhoda Negeri?’ di Kantor Seknas Prabowo-Sandi di Menteng, Jakarta Pusat.

Saat itu, Amien Rais sangat meyakini pasangan yang ia dukung itu bakal mengalahkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Insyallah 17 april 2019, kira-kira Magrib, sudah bisa syukuran. Kemudian Insyallah presiden dilantik 20 Oktober 2019.”

“Nah, dari 17 april sampai Oktober itu nanti Pak Jokowi namanya presiden bebek lumpuh,” ucap Amien.

Terakhir, Amien Rais juga menyebut Jokowi sebagai “lurah”.

Pernyataan itu disampaikan Amien melalui akun @amienraisofficial pada 26 Agustus 2020.

Dalam video itu, Amien mengingatkan Jokowi agar memberikan keteladanan dan jangan terjebak dalam politik pemihakan.

Baca Juga  Tengku Zul Sebut Dalang Asing Benar-benar Ada, Sindir Demo UU Cipta Kerja?

“Anda lurah Indonesia, Anda bapak Indonesia. Jadi kalau kemarin-kemarin itu Indonesia keliru, masih ada jalan perbaikan kembali,” katanya.

Baca Juga: Gegara Benny, Mabes Polri Tantang Demokrat

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait