Di Portugal, Satu Perawat Meninggal setelah Disuntik Covid-19 Pfizer

“Rachel Marrs (kiri) memberikan suntikan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 kepada Michelle Gaano, Perawat Terdaftar di Rumah Sakit Anak Rady di San Diego, California, AS, Selasa (15/12/2020).”(Foto: beritasatu.com)

IDTODAY NEWS – Otoritas kesehatan di Portugal sedang menyelidiki kematian mendadak asisten bedah anak di Porto setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer /BioNTech. Seperti dilaporkan RT, Senin (4/1), perawat itu diidentifikasi bernama Sonia Azevedo, wanita berusia 41 tahun.

SeAzevedo, ibu dua anak ini bekerja sebagai asisten bedah di Instituto Português de Oncologia (IPO), satu rumah sakit onkologi di Porto. Dia termasuk di antara 538 petugas kesehatan di IPO yang menerima dosis pertama vaksin Pfizer / BioNTech Rabu lalu. Azevedo makan malam bersama keluarganya pada malam Tahun Baru, dan ditemukan meninggal di tempat tidur keesokan paginya.

Baca Juga  Tetap Kejam, Tentara Israel Pukuli Remaja Palestina Hingga Tewas

“Saya ingin tahu apa yang menyebabkan kematian putri saya,” kata ayahnya, Abilio, kepada tabloid Portugal orreio da Manhã.

Abilio menggambarkannya sebagai orang yang “baik dan bahagia” yang “tidak pernah minum alkohol, tidak makan sesuatu yang istimewa atau luar biasa.”

Azevedo sangat bangga menjadi orang pertama yang menerima vaksin, dia mengubah foto profil Facebooknya untuk mencerminkan hal itu. “Covid-19 divaksinasi” tulisnya di bawah swafoto dengan masker wajah.

“Kami tidak tahu apa yang terjadi. Itu semua terjadi dengan cepat dan tanpa penjelasan, ” kata putri Azevedo, Vânia Figueiredo kepada surat kabar itu.

Baca Juga  Setelah FIR Kepulauan Riau-Natuna Diambilalih Indonesia, ICAO: Bagaimana Dengan Singapura?

“Saya tidak melihat ada yang berbeda pada ibu saya. Dia baik-baik saja. Dia hanya mengatakan bahwa area tempat dia divaksinasi sakit, tapi itu normal,” tambahnya.

Vaksin Pfizer / BioNTech untuk melawan virus corona baru adalah satu-satunya yang sejauh ini diberikan otorisasi penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia, membuka jalan untuk digunakan secara luas oleh badan-badan PBB dan badan kesehatan transnasional lainnya.

IPO mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi kematian Azevedo dan menyatakan “belasungkawa yang tulus” kepada keluarga dan teman-temannya.

“Penjelasan penyebab kematian akan mengikuti prosedur yang biasa dilakukan dalam keadaan ini,” tambah rumah sakit. Otopsi Azevedo dijadwalkan pada Senin (4/1).

Portugal, yang memiliki populasi sekitar 10 juta jiwa, sejauh ini telah melaporkan lebih dari 427.000 kasus infeksi dan lebih dari 7.100 kasus kematian terkait dengan Covid-19.

Baca Juga: Wakil Dekan Berlatar HTI Dicopot, Rocky Gerung: Saya Pikir Karena Plagiat

Sumber: beritasatu.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan