Di Tengah Pandemik Covid-19, Hubungan Ekonomi Indonesia-China Makin ‘Mesra’

  • Bagikan
Presiden Jokowi bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping
Presiden Jokowi bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping/Xinhua (Yao Dawei)

IDTODAY NEWS – Di tengah krisis pandemik Covid-19 yang terjadi, hubungan ekonomi antara Indonesia dan China masih tetap terjalin “mesra” .

Negeri tirai bambu itu pada triwulan kedua tahun 2020 ini, mencatat pertumbuhan ekonomi 3,2 persen setelah terkontraksi 6,8 persen di triwulan pertama tahun ini.

Situasi ini diharapkan dapat ikut serta mendorong peningkatan kerjasama dengan Indonesia.

Baca Juga  DPR Ingatkan Pemerintah Soal Risiko Utang RI Capai Rp 5.910 Triliun

Keterangan dari KBRI Beijing mengenai diplomasi KBRI Beijing semester I tahun 2020, yang diterima redaksi (Jumat, 14/8), tahun 2020 yang juga bertepatan dengan 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia-China, merupakan momen yang tepat untuk fokus pada peningkatan diplomasi ekonomi Indonesia-China, terutama pada tiga aspek utama, yakni perdagangan (trade), pariwisata (tourism) dan investasi (investment) (TTI), khususnya dengan mengoptimalkan berbagai peluang ekonomi yang tersedia.

Baca Juga  Sri Mulyani: Bank Syariah Lebih Tahan Krisis Akibat COVID-19

Paruh pertama tahun 2020 ini saja, didukung dengan hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-China, kerjasama kedua negara mengalami peningkatan di berbagai bidang.

Selama periode ini, meski di tengah pandemik Covid-19, China masih merupakan investor kedua terbesar di Indonesia setelah Singapura dengan nilai investasi sebesar 2,4 miliar dolar AS. Jumlah ini naik 9 persen dari periode yang sama tahun lalu, yakni 2,2 miliar dolar AS.

Baca Juga  PKS Ingatkan Luhut, Jangan Gampangkan Angka Kematian dalam Penanganan Covid-19

Dalam periode waktu yang sama, China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan total perdagangan kedua negara pada Semester I tahun 2020 mencapai 35.6 miliar dolar AS.

Walaupun pada periode ini China masih mengalami surplus terhadap Indonesia sebesar 986 juta dolar AS, namun defisit perdagangan Indonesia terhadap China pada triwulan pertama tahun 2020 sempat tercatat mengecil sebesar 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Baca Juga  Jokowi: Saya Yakin Insya Allah Ekonomi Indonesia Mampu Segera Recovery

Pada triwulan pertama tahun 2020 ini, beberapa produk unggulan Indonesia mencatat kenaikan signifikan, antara lain:

  1. Batubara (HS 2701) naik 74,42 persen
  2. Besi dan baja (HS 7202) naik 196,40 persen
  3. Sarang Burung Walet (HS 0410) naik 189,61 persen
  4. Ikan Frozen (0303) naik 53,78 persen
  5. Buah Tropis (HS 0804) naik 22,29 persen
  6. Buah dalam kemasan (HS 2007) naik 320,27 persen
  7. Ikan kalengan (0305) naik 92,59 persen
  8. Sepatu (HS 6403) naik 24,59 persen
  9. Furnitur (HS 9404) naik 30,87 persen
  10. Kayu olahan (HS 4409) naik 222.44 persen
  11. Elektronik (HS 8541) naik 14,70 persen
Baca Juga  Mendagri Terbitkan SE Baru, Minta Daerah Percepat Vaksinasi Dan Efektifkan PPKM

Di beberapa sektor lainnya memang terdapat penurunan drastis, seperti pariwisata. Hal ini terjadi lantaran dampak pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan kunjungan wisatawan mancanegara asal China ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk pada Semester I menurun drastis sebesar 80,74 persen dengan total 202.204 kunjungan.

  • Bagikan