Di Thailand Pejabat Sumbang Uang, Di Sini Keluarkan Suara Ancaman

  • Bagikan
Di Thailand Pejabat Sumbang Uang, Di Sini Keluarkan Suara Ancaman
Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha/Net

IDTODAY NEWS – Sikap pejabat negara dalam menyikapi sebaran Covid-19 mulai dibandingkan dengan negara lain. Salah satunya dengan Thailand.

Di Thailand, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha menyumbangkan tiga bulan gajinya untuk membantu warga yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Setidaknya 15 pejabat tinggi lainnya, mulai dari wakil perdana menteri, menteri, dan wakil perdana menteri yang sudah menyatakan niat untuk memberi sumbangan serupa.

Baca Juga  Uchok Sky Heran, Rakyat Susah Cari Makan sementara Harta Pejabat Makin Naik saat Pandemi

“Di Thailand para pejabat menyumbang uang, di sini mengeluarkan suara sumbang dan ancaman,” begitu kata dosen Program Studi Agribisnis Universitas Katolik Santo Thomas, Henrykus Sihaloho kepada redaksi, Minggu (11/7).

Pernyataan lulusan doktor dari IPB itu tidak lepas dari sikap Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengancam publik hingga kepala daerah yang tidak taat PPKM Darurat.

Baca Juga  Buatkan KTP untuk Kaum Marjinal di Jakarta, Risma: Target 100 Orang Per Hari

Teranyar, komentar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko turut menuai pro kontra. Tepatnya saat dia meminta agar masyarakat tidak menjadi lalat politik yang mengganggu konsentrasi penanganan Covid-19.

Henrykus tidak hanya membandingkan sikap pejabat RI dengan Thailand. Tapi juga membandingkan bagaimana Indonesia menyikapi kedatangan warga negara asing (WNA).

“Di negara lain melarang dari RI datang, di +62 mengundang pendatang dari luar,” sindirnya.

Baca Juga  Luhut Sebut Kasus Covid-19 Bisa Tembus 40 Ribu Orang per Hari, Sri Mulyani Mumet

PPKM Darurat, katanya, hanya mengkarangkeng WNI. Sementara di satu sisi, pintu masuk bagi virus varian asing tetap terbuka lebar.

“(Masih) membiarkan WNA lalu lalang di Cengkareng,” tutupnya.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan