Dianugerahi Bintang Jasa, Fadli Zon: Terima Kasih Atas Pengakuan Terhadap Demokrasi

Fahri
Fadli Zon dan Fahri Hamzah mendapat anugerah bintang jasa,(Foto: pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Gelar bintang mahaputera naraya yang disematkan Presiden Joko Widodo kepada mantan Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga dilakukan dalam Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (13/8).

Fadli Zon mengatakan, dia memaknai bentuk penghargaan dari negara tersebut sebagai penghargaan kepada rakyat Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Tentu penghargaan ini menurut saya adalah penghargaan kepada rakyat juga karena kita sama-sama menjaga demokrasi dari Kepala Negara dari Presiden,” ujar Fadli saat jumpa pers.

Politisi Partai Gerindra ini menuturkan, semua pihak mempunyai tujuan yang sama dalam bernegara, yaitu merawat dan menjaga Indonesia.

Karena itu, sebuah kehormatan bagi lembaga eksutif, legislatif dan yudikatif menerima tanda kehormatan tersebut.

“Saya kira tentu eksekutif legislatif yudikatif dan ini sebuah juga kehormatan karena saya juga dan saudara Fahri dari Pimpinan lembaga tinggi negara DPR yang mewakili rakyat tentu penghargaan. Ini sebetulnya adalah penghargaan untuk rakyat dan lembaga perwakilan rakyat artinya juga untuk demokrasi kita,” tutur dia.

Baca Juga  Tokoh KAMI Ditangkap Polisi, Ini Reaksi Din Syamsuddin

Lebih lanjut, Fadli menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Jokowi atas pemberian tanda kehormatan yang juga dianggapnya sebagai pengakuan terhadap demokrasi di Indonesia.

“Jadi kami ucapkan terima kasih atas pengakuan terhadap demokrasi kita, dengan tadi berbagai perbedaan itu sebenarnya adalah potensi kita untuk maju dan tetap kuat melakukan cek and balance,” ujar Fadli Zon menutup.

Dalam upacara penganugerahan ini Presiden Jokowi menyematkan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 53 orang.

Upacara penganugerahan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, dengan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara seperti Wakil Presiden Maruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Juliari P Batubara, hingga Ketua Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi dan Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait