Dihina, Erdogan Ajukan Pengaduan Pidana Terhadap Pejabat Utama Surat Kabar Dimokratia Yunani

Erdogan Umumkan Turki Temukan Gas Alam Terbesar di Laut Hitam
Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di Istanbul, Turki, 21 Agustus 2020. (Foto: Murat Cetinmuhurdar / PPO / Handout via REUTERS)

IDTODAY NEWS – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya mengajukan pengaduan pidana terhadap empat pejabat senior surat kabar Yunani, Dimokratia, terkait headline yang dianggap telah menghina dirinya pada Senin (21/9).

Pengacara presiden Huseyin Aydin secara resmi mengajukan pengaduan atas berita utama yang menghina yang ditayangkan Dimokratia pada 18 September lalu.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Erdogan kepada Xi Jinping: Muslim Uighur Harus Setara dengan Warga China

Dalam pengaduan pidana yang diajukan ke kantor kejaksaan Ankara, Aydin menyebut bahwa penulis artikel, Manolis Kotakis, editor Andreas Kapsampelis dan Yorgos Giatroudakis, serta Pemimpin Redaksi Dimitris Rizoulis sebagai ‘tersangka’, dalam kasus yang sebelumnya disebut sebagai noda hitam pers Yunani oleh Menhan Hulusi Akar.

Menyusul pengaduan tersebut, jaksa penuntut di ibu kota Ankara kemudian meluncurkan penyelidikan terhadap surat kabar Dimokratia.

Baca Juga  Setelah Nabi Muhammad, Charlie Hebdo Pajang Kartun Erdogan Cabul

Keluhan itu menggarisbawahi bahwa foto Erdogan ditempatkan di berita utama surat kabar bersama dengan ekspresi menghina dalam bahasa Turki dan Inggris.

Tuntutan itu juga menggarisbawahi bahwa peradilan Turki memiliki otoritas atas kasus pencemaran nama baik tentang presiden di luar negeri.

“Mempertimbangkan kebungkaman publik Yunani, dapat dipahami bahwa keruntuhan moral ini tidak terbatas pada segmen marjinal,” katanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency Senin (21/9).

Baca Juga  Turki Sambut Vonis Seumur Hidup Pelaku Teror Masjid Christchurch, Ajak Seluruh Dunia Perangi Islamofobia

“Mengumpat adalah bahasa orang-orang yang tidak memiliki kata untuk diucapkan, atau mereka yang memiliki kata untuk diucapkan tetapi tidak mampu berbicara dalam bahasa yang tepat,” tambahnya.

“Bersumpah serapah adalah hal yang sangat memalukan dan tindakan tercela bukan untuk lawan bicaranya, tetapi bagi mereka yang mengatakannya,” kata pengaduan itu, seraya menambahkan bahwa target tindakan tercela ini bukan hanya presiden, tetapi juga kepentingan bangsa Turki yang dibela Erdogan.

Baca Juga  Biadab! Israel Bakal Hancurkan Masjid Utama di Yerusalem

Sumber: rmol

Pos terkait