Dikeroyok Pemerintah Pusat? Anies Baswedan: Mengapa Selalu Aku Yang Mengalah

  • Bagikan
Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Channel Youtube TVOne

IDTODAY NEWS – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menarik rem darurat dengan memperketat kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih menimbulkan perdebatan.

Program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang digelar TVOne semalam, Selasa (15/9) mengangkat tema “Gubernur Anies Akhirnya Menarik Rem Kompromi”.

Sebelum diskusi dimulai, pembawa acara ILC, Karni Ilyas pun memberikan kata pengantarnya.

Karni mengatakan, setelah Anies mengumumkan akan menarik rem darurat, seketika itu pula pemerintah pusat langsung bereaksi.

Baca Juga  Andi Arief: Dana Hibah Pembangunan Museum SBY-Ani Murni Niat Baik Pemprov Jatim

Hal itu lantaran pengumuman Anies dikhawatirkan menumbangkan perekonomian Indonesia, sebab 60 persen ekonomi nasional berada di Jakarta.

Menurut Karni ilyas, meski PSBB ketat dilakukan tapi tetap ada sejumlah kompromi. Di antaranya tetap mengizinkan pusat perbelanjaan dibuka dan beberapa sektor lainnya.

Namun sayangnya, dalam diskusi yang digelar Selasa malam (15/9) itu, perwakilan dari pemerintah pusat tidak hadir. Sementara Anies didatangkan secara virtual.

Baca Juga  Ejek Anies Lewat Video Iron Man, Abu Janda: Saya Mau Menikmati Genteng Warna Warni

“Selamat malam Pak Gubernur. Sudah dengar pengantar dari saya. Kalau suara di luar katanya Pak Gubernur dikeroyok. Gimana ceritanya,” tanya Karni Ilyas saat menghubungi Anies.

“Lebih seru bang kalau dikeroyok,” jawab Anies disertai tawa.

“Saya dengar tadi, termasuk lagu dari grup Seventeen. Mengapa selalu aku yang mengalah,” sambung Anies dengan senyum khasnya menirukan lirik lagu grup band tersebut.

Baca Juga  “Saya Sangat Tersinggung Pernyataan Ferdinand Sebut Anies Bodoh”

Menurutnya, sejak 4 Juni lalu, ketika mulai menerapkan kebijakan PSBB transisi, opsi rem darurat tersebut sudah disampaikan.

Maka ketika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, sesungguhnya bukanlah suatu hal yang mendadak dan tidak dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

“Demi keselamatan warga Jakarta. Jadi memang dari awal saya sudah sampaikan bahwa ada opsi rem darurat,”jelas Anies.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan