Dugaan Muslim Arbi, Jokowi Mania Takut Ganjar Pranowo Tidak Diusung PDIP

  • Bagikan
Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

IDTODAY NEWS – Dukungan relawan Joko Widodo terhadap perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi hingga 2027 dianggap sebagai ketakutan akan gagalnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diusung PDI Perjuangan menjadi calon presiden di Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menanggapi sikap Relawan Jokowi Mania (Joman) yang mendukung akhir jabatan Presiden Jokowi dimundurkan hingga 2027 mendatang. Padahal relawan ini sudah tegas menyatakan dukungan pada Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.

Baca Juga  Iwan Sumule Anggap KAMI Lucu, Jangan-jangan Cuma Lawakan

“Bisa jadi relawan Jokowi (Joman), didukung oleh pemodal besar agar Jokowi hingga 2027. Karena bisa saja Ganjar gagal sebagai capres dari PDIP. Sehingga opsi Jokowi 2027,” ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/9).

Lebih lanjut, Muslim Arbi juga menyoroti wacana amandemen UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk memperpanjang jabatan presiden tersebut.

Menurutnya, amandemen UUD 1945 merupakan hal yang belum perlu dilakukan. Sebab wacana yang muncul kental dengan muatan kepentingan elite.

Baca Juga  Penolakan Muhammadiyah Isi Wamendikbud Dilatari Perbedaan Pandangan dengan Mas Menteri

Apalagi, kini muncul dugaan bahwa Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN) yang ditargetkan tuntas lewat amandemen terbatas merupakan titipan para investor ibukota negara (IKN) baru. Dengan adanya PPHN, proyek IKN bisa lancar dan para investor tidak merugi.

“Biar pemodal balik modal dan rencana pembangunan IKN tidak terbengkalai kelak. Jadi, kelihatan ada kepentingan besar dari bisnis dan politik atas perpanjangan jabatan Jokowi dan pembangunan IKN,” tutupnya.

Baca Juga  Ditemukan Kasus Covid-19, Gedung Blok G Balaikota DKI Ditutup Selama Tiga Hari

Kelompok Relawan Jokowi Mania (Joman) sempat tegas menyatakan dukungan untuk perpanjangan masa jabatan presiden dengan alasan pandemi Covid-19. Konsepnya, jabatan Presiden Joko Widodo yang berakhir di tahun 2024 dimundurkan hingga 2027.

Bagi Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer (Noel) penambahan durasi jabatan ini merupakan solusi.

Namun di satu sisi kelompok yang menyatakan dukungan untuk Ganjar Pranowo di pilpres ini menolak jika yang digodok elite politik justru presiden boleh menjabat selama 3 periode.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Sumber: rmol.id

  • Bagikan