Dugaan Permainan Uang Seleksi Calon Anggota BPK, Firli Bahuri: KPK Beri Perhatian

  • Bagikan
Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri/Net

IDTODAY NEWS – Dugaan permainan uang dalam proses seleksi calon anggota BPK yang berjalan di Komisi XI DPR RI telah menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian antara lain disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis malam (9/9).

“Pada suatu peristiwa seperti ini, tentu KPK menaruh perhatian, tetapi juga berdasarkan ketentuan hukum berlaku, fit and proper test tersebut adalah suatu mekanisme milik DPR RI yang digunakan untuk menjalankan kewenangan terlibat dalam penentuan pejabat publik. Seumumnya pada proses itu ada penelitian administrasi; penyampaian visi dan misi; uji kelayakan (fit and proper test); penentuan urutan calon; dan lalu diumumkan kepada publik,” kata Firli.

Baca Juga  'Tetapkan Segera Azis Syamsuddin Sebagai Tersangka'

KPK, lanjutnya, telah mengikuti prosesnya dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Firli menekankan tugas pokok KPK saat ini adalah pencegahan korupsi. Dia mengatakan KPK bertugas mencegah adanya potensi kesepakatan di bawah meja.

“Sedangkan kami, memiliki tugas pokok pencegahan korupsi yang menyasar seluruh lembaga negara, dan agar tidak terjadi tindak pidana korupsi. Itulah posisi KPK dalam hal ini, prinsip asas-asas umum pemerintah yang baik harus diterapkan, jangan buka potensi kesepakatan (deal). KPK terbuka pada partisipasi publik tentang seluruh proses yang sedang berlangsung ini,” pungkas Firli.

Baca Juga  Edhy Prabowo Divonis Hari Ini, Begini Harapan KPK

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tak mempersoalkan jika KPK ikut mengawasi seleksi calon anggota BPK RI. Menurut Dasco, KPK memang memiliki tugas dan fungsi mengawasi lembaga negara.

“Saya pikir, mungkin tidak usah mendesak-mendesak ya, karena tidak usah didesak pun saya pikir lembaga seperti KPK tentu akan menjalankan tugasnya untuk melakukan pemantauan terhadap, misalnya, yang terjadi ada dinamika-dinamika yang muncul yang mungkin dianggap nanti akan terjadi hal-hal yang tidak sepatutnya, mungkin begitu,” kata Dasco di kompleks parlemen, Rabu (8/9).

Baca Juga  Mensos Juliari Batubara Diduga Terima Rp 17 Miliar Suap Bansos Corona

“Sehingga saya pikir marilah nanti kita sama-sama memantau secara transparan, nanti kita pantau bagaimana hasilnya,” imbuhnya.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan