Evaluasi PPKM Darurat, Anies Sebut Masih Banyak Pasien Antre Masuk Rumah Sakit

  • Bagikan
Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba di Sentra Vaksinasi Covid-19 KG di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/6/2021). Vaksinasi kerjasama Dewan Pers dan Kompas Gramedia ini bertepatan dengan HUT ke-56 Harian Kompas. Target peserta vaksinasi sebanyak 10.000 pekerja media.(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

IDTODAY NEWS – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, masih banyak warga yang mengantre untuk masuk ke rumah sakit.

Ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19, kata Anies, masih menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta.

“Memang BOR (bed occupancy rate) kami menghadapi tantangan karena banyak dari masyarakat mengantre belum bisa masuk ke rumah sakit,” kata Anies dalam rekaman suara, Minggu (18/7/2021).

Baca Juga  Pakar Soal Aksi 1812: Risiko Tertular COVID Tinggi-Potensi Klaster

Data tingkat keterisian tempat tidur isolasi di Jakarta per 15 Juli 2021 mencapai 90 persen. Angka tersebut turun jika dibandingkan 11 Juli 2021 dengan BOR di angka 92 persen.

Namun, penurunan BOR tidak hanya disebabkan oleh penurunan jumlah pasien, melainkan terdapat penambahan jumlah tempat tidur.

Pada 11 Juli, jumlah tempat tidur sebanyak 11.522 unit dan jumlah pasien 10.623 orang.

Baca Juga  Isolasi Mandiri di Rumah, Satu Keluarga Meninggal Dunia di Bekasi

Sementara itu, pada 15 Juli, tempat tidur bertambah menjadi 11.539 unit, sedangkan jumlah pasien berkurang menjadi 10.394 orang.

Kemudian, kondisi BOR ICU pada 15 Juli menurun 1 persen dibandingkan 11 Juli 2021. Namun, penurunan BOR disebabkan penambahan jumlah tempat tidur saja.

Pada 11 Juli, BOR ICU di Jakarta di angka 95 persen dengan jumlah tempat tidur 1.470. BOR turun ke angka 94 persen pada 15 Juli dengan jumlah tempat tidur 1.522 unit.

Baca Juga  KPK Mulai Dalami Aliran Duit Suap Bansos Covid-19 ke PDIP

Sebaliknya, jumlah pasien di ICU justru meningkat. Pada 11 Juli, ada 1.390 pasien di ICU, sedangkan 15 Juli ada 1.436 pasien.

Selain tempat tidur perawatan pasien Covid-19, Anies juga menyebutkan, hasil review persiapan pengelolaan tempat-tempat isolasi terkendali untuk yang bergejala ringan bisa berjalan dengan baik.

“Pengelolaan ruang-ruang untuk mereka yang bergejala ringan yang semuanya alhamdulillah berjalan dengan baik,” kata dia.

Baca Juga  Disiplin Protokol Kesehatan dan Vaksin Jadi Senjata Ampuh Putus Mata Rantai Covid-19

Dalam dua pekan PPKM, Anies menyebutkan, Pemprov DKI bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) banyak berfokus untuk membangun kekebalan komunitas dengan program vaksinasi.

Dia optimistis, vaksinasi Covid-19 DKI Jakarta bisa lebih cepat dari target yang ditentukan oleh Presiden Joko Widodo, yakni 7,5 juta warga hingga akhir Agustus 2021.

“Alhamdulillah Jakarta kalau dilihat berbasis target sudah lebih awal dan lebih tinggi dari target, baik dari sisi jumlah maupun waktu. Jadi kita berharap proses vaksinasi terus berjalan dengan cepat sehingga bisa tuntas lebih awal dari jadwal,” ucap Anies.

Baca Juga  Empat Hari Gelar Aksi Unjuk Rasa, Pemuda Dan Mahasiswa Suku Marind Merasa Dipandang Sebelah Mata Oleh Jokowi

Data teranyar Covid-19 di Jakarta Sabtu (17/7/2021), angka kumulatif Covid-19 berada di 737.184 kasus.

Dari angka itu, 615.640 kasus dinyatakan sembuh, 111.642 kasus masih aktif dalam perawatan, sisanya 9.902 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Sumber: kompas.com

  • Bagikan