Fadli Zon: Banyak Ahli Hebat di Indonesia tapi Tersingkir Politik Birokrasi

  • Bagikan
Fadli Zon
Fadli Zon. (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

IDTODAY NEWS – Anggota DPR RI Fadli Zon ikut bersuara terkait upaya Menteri BUMN Erick Thohir membawa Indra Rudiansyah, mahasiswa di balik riset AstraZeneca, pulang ke Indonesia.

Fadli Zon menyebut Indonesia memiliki banyak ahli. Namun, kata dia, mereka tergusur oleh politik birokrasi.

“Sebenarnya banyak ahli hebat di Indonesia. Seringkali mereka yang ahli itu tersingkir oleh politik birokrasi,” cuitnya lewat akun Twitter @fadlizon, dikutip Sabtu (24/7).

Baca Juga  Semester I-2020, Pertamina Catat Rugi Rp 13,4 T

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu berharap pemerintah segera mencari para ahli itu. Selain itu, Fadli berpesan agar mereka ditempatkan pada posisi yang sesuai.

“Carilah kembali ahli itu dan tempatkan di posisi yang tepat,” tuntas anak buah Prabowo Subianto itu.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir meminta Indra Rudiansyah, mahasiswa S3 Jenner Institute University of Oxford sekaligus orang di balik riset vaksin AstraZeneca, untuk kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan studi.

Baca Juga  Menkes: PeduliLindungi Akan Hadir di Semua Sektor Kegiatan Sehari-hari

Erick meminta Indra untuk ikut mengembangkan vaksin covid-19 buatan PT Bio Farma (Persero), vaksin Merah Putih, serta vaksin untuk penyakit lainnya.

“Rencana kapan balik? Mudah-mudahan ketika balik bisa bantu Indonesia, kenapa? Karena vaksin ini penting tidak hanya covid, tapi basic seperti malaria, TBC (Indonesia) tertinggi di dunia, R&D kita kurang, kalau boleh jujur,” ujar Erick kepada Indra melalui live Instagram, Jumat (23/7).

Baca Juga  Soroti Angka Kematian Covid saat PPKM, Puan: Jangan Hanya Mengejar Target Vaksinasi Saja!

Dia berharap Indra bisa membantu mengembangkan vaksin di Indonesia melalui teknologi viral vector seperti yang digunakan pada AstraZeneca.

Sedangkan vaksin di Indonesia belum pernah menggunakan teknologi tersebut dan baru memakai metode inactivated virus.

Sumber: jitunews.com

  • Bagikan