Ferdinand Sebut Buzzer Tak Pernah Korupsi, Netizen: Mereka Dibayar Pakai APBN

  • Bagikan
Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean/ YouTube Ferdinand Hutahaean

IDTODAY NEWS – Para netizen ramai mengomentari pernyataan mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutaheaan bahwa para buzzer tak pernah korupsi.

Beberapa netizen mengatakan buzzer dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Buzzer itu digaji oleh APBN. Jadi kalo ada Buzzer yang kere karena gak ada yang gaji berarti buzzer Abal-abal kek elo,” kata BP4nci.

Baca Juga  Pemerintah Gelontorkan Dana Miliaran untuk Influencer, “Ini Rezim Penggila Realitas Semu”

“BuzzeRp memakan uang rakyat!” kata Why_spit.

“BuzzerRp adalah benalu yang numpang makan dari hasil menjilat pemerintah yang digaji oleh rakyat,” Anordinarylover.

“Buzzer dapat uang dari penguasa, cukong-cukong koruptor. Tujuan untuk memecah belah bangsa,” kata LailiEndi.

Adapun pernyataan Ferdinand soal buzzer itu, ia sampaikan melalui akun Twitter FerdinandHaean3 pada Senin, 26 Juli 2021.

“Buzzer tidak pernah korupsi, tidak memaling uang negara, tidak merampok sumber daya alam milik negara, tidak berbisnis dengan tamak rakus dan tidak punya hutang kredit macet ke bank negara,” katanya.

Baca Juga  Anies Baswedan Diperiksa Polisi, Din Syamsuddin: Drama Penegakan Hukum

Ferdinand justru menilai bahwa buzzer NKRI adalah para pejuang yang merawat kebangsaan.

Ia mengatakan hal itu sebagai respons terhadap Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla bahwa buzzer adalah sumber kekacauan di tanah air.

Ferdinand Hutahaean menilai bahwa pernyataan Jusuf Kalla itu adalah tudingan yang sama sekali tidak beralasan.

Sebelumnya, Jusuf Kalla meminta agar para buzzer itu berhenti atau dihentikan oleh orang yang bisa.

Baca Juga  Sindir Balik Ibas soal Proyek Kereta Cepat, Denny Siregar: Coba Dibangun di Era SBY, Bisa-Bisa Mangkrak

“Sebab sumber segala kekacauan adalah buzzer-buzzer itu,” katanya pada Jumat, 26 Februari 2021, dilansir dari Detik News.

“Seharusnya sudah lah, tidak perlu lagi ada pencitraan yang macam-macam. Tidak perlu lagi merusak nama orang, biar demokrasi berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sumber: terkini.id

  • Bagikan