Gatot Nurmantyo: Pemerintah Hanya Ketat ke Warga Sendiri, Tapi Longgar ke TKA China

  • Bagikan
Gatot Nurmantyo
VIVA Militer: Panglima TNI ke-19. (IG Gatot Nurmantyo)

IDTODAY.CO – Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut angkat bicara terkait kabar kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Indonesia saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali.

Gatot Nurmantyo menilai, pemerintah dalam menjalankan kebijakan harusnya bersikap adil kepada warga sendiri dan bukannya malah memberi kelonggaran terhadap TKA China untuk masuk ke RI apalagi di tengah situasi Covid-19 yang makin parah di tanah air.

Baca Juga  Arab Saudi Larang Warganya ke RI, Yang di Indonesia Diminta Segera Pulang Kampung!

Ia pun menilai, aturan PPKM Darurat tersebut hanya berlaku keras dan ketat terhadap rakyat Indonesia. Sementara TKA China diberi keleluasaan untuk datang ke Indonesia.

“Tidak hanya keras dan ketat kepada warga sendiri, tapi longgar dan abai terhadap pelancong dan TKA yang hingga kini tampak sangat longgar dan leluasa masuk-keluar Indonesia,” ujar Gatot Nurmantyo lewat keterangan tertulisnya, Senin 5 Juli 2021.

Baca Juga  Sekjen MUI Tuding Omnibus Law Menguntungkan Investor Asing

Gatot juga mengatakan bahwa pemerintah harusnya bisa menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat miskin terdampak.

Menurutnta, dalam kondisi kedaruratan seperti sekarang wajib hukumnya untuk memastikan semua logistik cukup dan memadai. Sebab, kata Gatot, logistik merupakan kunci keberhasilan kondisi darurat.

Selain itu, lanjut Gatot, pemerintah juga harus menggencarkan tes Covid-19 mandiri seluasnya untuk mencegah penyebaran wabah khususnya bagi orang tanpa gejala maupun gejala ringan.

Baca Juga  Wapres Maruf Amin Minta Ulama Jaga Umat Dari Wabah

Kemudian, menurut Gatot, lembaga terkait juga wajib menjamin ketersediaan logistik obat dan vitamin yang mengalami kenaikan harga secara tidak wajar selama PPKM Darurat.

Mengutip Hops.id, Gatot Nurmantyo juga mengapresiasi keputusan pemerintah menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali. Mengingat angka paparan Covid-19 di tanah air, khusunsya Pulau Jawa dan Bali yang kian mengerikan.

“PPKM Jawa-Bali adalah langkah yang tepat, perlu mendapatkan apresiasi untuk menghentikan penyebaran yang lebih luas lagi, terutama antarpulau,” tuturnya.

Baca Juga  Covid-19 Tembus Sejuta, PKS: Jangan Malah Biarkan WN China Masuk Di Tengah PPKM

Selain itu, Gatot Nurmantyo mengamati lonjakan kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir dengan temuan jenis varian baru dan telah berkembang luas di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Menurutnya, kondisi itu sudah sangat mengkhawatirkan.

“Kondisi tersebut sungguh memprihatinkan dan mengkhawatirkan,” ujarnya.

Sumber: terkini.id

  • Bagikan