Hendri Satrio: Ada Utang Budi Apa Pemerintah Dengan Rektor UI?

  • Bagikan
Ari Kuncoro
Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro/Net

IDTODAY NEWS – Rektor Universitas Indonesia (UI) kini boleh rangkap jabatan lantaran statuta sudah direvisi lewat Peraturan Pemerintah (PP) yang baru.

Peraturan Pemerintah No. 75/2021 tentang Statuta UI membolehkan Rektor UI merangkap jabatan, rektor hanya dilarang merangkap jabatan menjadi direksi BUMN/BUMD/Swasta.

Menyikapi hal tersebut, analis komunikasi politik, Hendri Satrio mempertanyakan pemerintah yang mengesahkan aturan baru tersebut.

Baca Juga  Ketum Pro Jokowi-Amin Rasis ke Natalius Pigai, Ketum Relawan Jokowi Ini Malah Membela

“Ada utang budi apa pemerintah dengan Rektor UI? Kan itu yang akhirnya mesti jadi pertanyaaan ya. Ampun, ampun, ampun,” kata Hensat sapaan akrab pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (20/7).

Hensat menambahkan bahwa dengan adanya aturan tersebut maka kritik mahasiswa perihal rektor rangkap jabatan pada akhirnya dibenarkan oleh pemerintah.

“Itukan pemerintah jadinya cuman membenarkan apa yang disampaikan adek-adek mahasiswa itu,” katanya.

Baca Juga  Bukan Terminal Politik Parpol, Jokowi Harus Mandiri Dalam Memilih Menterinya

Menurutnya, pemerintah seharusnya mencari tokoh lain yang dinilai mumpuni menjadi komisaris BUMN, bukan memaksakan sesorang yang sudah memiliki tanggung jawab besar seperti rektor.

“Ya, buat apa sih? Kayak kehabisan orang pintar saja di Indonesia ini, harus rangkap-rangkap jabatan. Apalagi komisaris, banyak sekali ekonom yang andal, yang bisa membesarkan bank itu, gitu lho,” ucap Hensat.

Beberapa waktu yang lalu, muncul sorotan terhadap Rektor UI, Ari Kuncoro yang merangkap jabatan sebagai Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Rangkap jabatan itu dinilai melanggar statuta.

Baca Juga  Rencana Luhut Binsar Bisa Blunder, Mahasiswa di China Geram

Rektor UI Ari Kuncoro menjadi sorotan karena dengan cepat memanggil pengurus BEM UI yang memberikan julukan “The King of Lip Service” kepada Presiden Jokowi.

Sumber: rmo.id

  • Bagikan