Ibu Alfin Andrian Sebut Anaknya Kerap Alami Kesurupan: Dengar Adzan atau Mengaji Selalu Bising

Ibu Alfin Andrian Sebut Anaknya Kerap Alami Kesurupan: Dengar Adzan atau Mengaji Selalu Bising
Yayat Rohayati menceritakan soal kondisi anaknya (Alfin Andrian) yang dikabarkan keluarga memang mengalami depresi. (Foto: Kolase (YouTube Tribunnews.com) dan (youtube Lampung TV)

IDTODAY NEWS – Sejauh ini pihak kepolisian menyebut Alfin Andrian (24) dalam kondisi sadar saat menusuk pendakwah Syekh Ali Jaber di Masjid Falahudin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu (13/9/2020) lalu.

Bahkan Alfin terbukti melakukan perencanaan pembunuhan terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan keterangan dari pihak kepolisian, pihak keluarga menyebut Alfin pernah mengalami depresi berat ketika ditinggal sang ibu bekerja ke luar negeri.

Syekh Ali Jaber menjelaskan kronologi penusukan dirinya, dalam Kompas Petang, Senin (14/9/2020). (Kolase (YouTube Tribunnews.com) dan (YouTube Kompastv))

Dikutip dari YouTube Lampung TV, Jumat (18/9/2020), Ibu dari Alfin, yakni Yayat Rohayati menyebut dirinya mendapat kabar Alfin menjadi depresi pada tahun 2016.

Diketahui Yayat berangkat menjadi TKI ke Hong Kong di tahun 2015.

“Dengar kabar dari keluarga kalau anak saya Alfin Andrian itu sudah mulai depresi,” kata Yayat.

Yayat menyoroti perubahan yang terjadi pada anaknya, yakni tidak lagi mengenal ibunya sendiri.

“Kami telepon pun biasanya bicaranya lancar, sopan.”

“Biasanya ‘Assalamualaikum Ibu, apa kabar’,” kata Yayat menirukan percakapannya dengan anaknya di telepon.

Yayat menuturkan, setelah ia mendapat kabar Alfin depresi, anaknya tidak lagi mengenali ibunya ketika ditelepon.

Baca Juga  Kala Muso Hina Soekarno dan PKI Sebut Kemerdekaan Indonesia Sebagai 'Revolusi yang Gagal'

“Selalu bicaranya ‘Ini siapa?’, tidak kenal dengan saya,” ujarnya.

Ia merasa kondisi Alfin semakin memburuk, ketika rumah tangga kedua orangtuanya mulai retak.

“Itu dia tambah depresi,” sebut Yayat.

Semakin ke sini, Kabar tentang kejiwaan Alfin disebut Yayat semakin memburuk.

“Suka kayak kesurupan,” ujar dia.

“Kalau mendengar Adzan atau mengaji selalu bising kupingnya, terganggu,” lanjutnya.

Pusing Dengar Orang Mengaji

Sebagai korban, Syekh Ali Jaber merasa pelaku yang menusuknya tidak memiliki gangguan jiwa, bahkan curiga jika pelaku orang terlatih.

Namun di sisi lain, pihak keluarga mengaku bahwa anaknya itu pernah mendapat perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung.

Dikutip dari TribunLampung.co.id, Senin (14/9/2020), pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Ayah pelaku, M Rudi (46) mengatakan, pelaku mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2017 silam.

Akibat gangguan jiwa yang dialami oleh Alfin, yang bersangkutan sempat melakukan rawat inap di rumah sakit jiwa.

“Iya mentalnya, karena gangguan saja,” kata Rudi, di Mapolres Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).

Selama 7 hari Alfin menjalani perawatan di RSJ Lampung sebelum akhirnya diperbolehkan untuk melakukan rawat jalan.

Terkait peristiwa penusukkan terhadap Syekh Ali Jaber, Rudi meyakini gangguan jiwa yang diderita oleh anaknya kembali muncul.

“Iya mungkin (penyakit kumat),” kata Rudi.

Baca Juga  Merinding, Petugas Sisir Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air, Terdengar Suara Minta Tolong

Pria berinisial AA (24) yang menjadi tersangka penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung, Minggu (13/9/2020). (Capture YouTube Lampung TV)

Kemudian, paman pelaku, Rangga (28) turut mengiyakan bahwa Alfin memang mengalami gangguan jiwa.

Keanehan sudah ditunjukkan ketika Alfin bekerja menjadi penjaga kios isi ulang air minum di Rawajitu, Tulangbawang.

“Kadang kalau ada yang mau isi ulang dia (Alfin) bengong saja, diam gak mau melayani,” kata Rangga.

Akhirnya pada hari raya Idul Adha 2020 lalu, Alfin tak lagi bekerja di Rawajitu, dan sempat pulang ke rumah kakeknya di Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Rangga menduga gangguan jiwa yang diderita oleh Alfin kumat saat yang bersangkutan pulang dari Rawajitu.

Gelagat aneh Alfin muncul ketika ia mendengar suara pengajian dari pengeras suara masjid.

“Terakhir itu dia kalau dengar suara pengajian langsung tutup kuping, katanya pusing dengar itu (suara pengajian),” jelas Rangga.

Syekh Ali Jaber: Orang Terlatih

Meskipun keluarga pelaku mengklaim pelaku alami gangguan jiwa, Syekh Ali Jaber justru merasa penusuknya adalah orang terlatih.

Dikutip dari YouTube Kompastv, Senin (14/9/2020), kejadian tersebut terjadi ketika Syekh Ali Jaber sedang meminta kepada para jamaah untuk meminjamkan hp guna keperluan foto.

Pada saat itulah pelaku tiba-tiba berlari naik ke atas panggung dan menusuk Syekh Ali Jaber.

“Tiba-tiba pas saya masih di posisi duduk, santai-santai saja dan dia tusuk dengan cukup kuat,” ucap Syekh Ali Jaber.

Baca Juga  Update Gempa Sulbar: Korban Jiwa Jadi 56 Orang, 826 Luka

“Ketika saya merasa sudah terancam dengan pisau.”

Walaupun terkena di bahu kanan, Syekh Ali Jaber menduga pelaku sebenarnya mengincar bagian tubuh yang lebih vital.

“Kemudian saya berusaha bangun, tapi tusukan sudah terlanjur (tertancap),” ujar Syekh Ali Jaber.

“Mungkin sasarannya di bagian leher atau dada.”

Syekh Ali Jaber mengatakan, target penusukkan melenceng sebab dirinya ditakdirkan oleh Tuhan untuk menghindar sehingga bisa selamat.

Melihat sosok pelaku yang memiliki perawakan kecil dan masih muda, Syekh Ali Jaber merasa orang yang menusuknya bukan orang sembarangan.

“Padahal orangnya kurus masih muda, mungkin antara 23-24 tahun,” kata Syekh Ali Jaber.

“Tapi posisi memegang pisaunya dan cara menusuk, mohon maaf bukan orang biasa, orang terlatih.”

“Cara menusukkan itu sangat kuat padahal dia kurus,” paparnya.

Syekh Ali Jaber menyinggung fisik pelaku dan kekuatan menusuk yang begitu hebat menandakan orang yang bersangkutan bukan orang sembarangan.

“Fisik yang begitu kecil, kurus, bisa memiliki kekuatan menusuk,” kata dia.

Bahkan saking dalamnya pelaku menusuk, pisau milik pelaku sempat patah di dalam, sebelum akhirnya dibuang keluar oleh korban sendiri.

“Ketika saya bangun masih posisi dia menahan (pisau),” kata Syekh Ali Jaber.

“Tapi ketika saya bergerak cepat, patah pisaunya,” tandasnya

Sumber: tribunnews.com

Pos terkait