Ingat! Warga yang Dapat SMS dari Kemenkes Wajib Divaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19 /Pexels/ Miguel Á. Padriñán (Foto: pikiran-rakyat.com)

Ingat! Warga yang Dapat SMS dari Kemenkes Wajib Divaksin Covid-19

IDTODAY NEWS – Penerima vaksin telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/Menkes/12757/2020 oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Di dalam keputusan itu tertulis alur pemberian vaksin pada pihak yang berhak menerimanya.

Disebutkan, masyarakat yang menjadi sasaran pemberian vaksin akan mendapat pesan singkat (SMS) dari pemerintah mulai Kamis 31 Desember 2020 kemarin.

Jika Anda salah satu yang menerima SMS tersebut, artinya Anda wajib mengikuti pelaksanaan vaksinasi.

Baca Juga  Kronologi Meninggalnya Orang Pertama Swiss Disuntik Vaksin Covid-19, Ada yang Ditutupi oleh Negara

Sebagaimana diberitakan PRFMNews.id dalam artikel “Jika Warga Terima SMS dari Kemenkes, Tandanya Wajib Ikut Vaksin Virus Corona”, Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Budi Hidayat menjelaskan, pihaknya sudah memiliki data yang terintegrasi by name by address.

Sementara itu, bagi yang tak memilliki ponsel, petugas puskesmas akan memberikan informasi vaksinasi tersebut secara langsung kepada warga.

Baca Juga  Nadiem Baru Tahu Akses Internet Tidak Merata, Hidayat Nur Wahid: Ke Mana Saja Dia?

“Data sudah didapatkan by name by address, itu akan di SMS blast, untuk bisa mengirim informasi ke seluruh sasaran. Itu menerima bisa berupa SMS dan juga melalui HP yang dimiliki oleh para perserta. Yang tidak punya HP itu nanti akan diinformasikan oleh Bhabinsa, kepala desa, maupun kepala dinas dan kepala puskesmas,” kata Budi saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Kamis 31 Desember 2020.

Baca Juga  Waduh! Ternyata Presiden Jokowi Akan Ambil Langkah Ini Untuk Menuntaskan Kasus Habib Rizieq

Guna meminimalisir data ganda, Kemenkes bekerja sama dengan Dinas Kesehatan di daerah untuk melakukan pengecekan ulang data penerima vaksin.

“Kemenkes bagian Pusdatin, itu sudah miliki data dan kami akan verifikasi dengan kepala dinas kesehatan. Kita miliki data dari atas kemudian kita akan cek dari bawah. Kita akan cek betul,” tuturnya.

Pada tahap pertama vaksinasi, pemerintah menargetkan para garda terdepan mulai dari dokter hingga bagian administrasi di rumah sakit.

Baca Juga  38 Tahun Usai G30S/PKI Baru Anak DN Aidit, Ilham Berani Menulis Nama Aidit Di Belakang Namanya

“Menurut rekomendasi dari WHO dan ahli vaksinasi, untuk tahapan pertama dengan jumlah kecukupan stok vaksin itu, pertama garda terdepan di bidang kesehatan, tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit, puskesmas, poliklinik dan lainnya,” kata Budi.

Seperti diketahui, yang berhak mendapatkan vaksin adalah 70 persen masyarakat Indonesia atau sebanyak 181,5 juta orang.

“Data base yang kita gunakan bekerja sama dengan Kementerian Kominfo sama BPJS dan Telkom, kita menyasar dengan sasaran 18-59 tahun dan ada perubahan dari 18 tahun ke atas. Jadi sasarannya sebanyak 181,5 juta itu sesuai dengan 70 persen dari populasi Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan Harga Tertinggi Tes "Swab" Mandiri Rp 900.000

Baca Juga: Presiden Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Akan Digelar Pertengahan Januari 2021

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan