IPO: Tidak Rasional Jika Lonjakan Harta Dialami Menteri yang Bukan Pengusaha

  • Bagikan
IPO: Tidak Rasional Jika Lonjakan Harta Dialami Menteri yang Bukan Pengusaha
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

IDTODAY NEWS – Lonjakan harta para pejabat negara secara drastis di masa pandemi Covid-19 membuat publik bertanya-tanya. Apalagi jika lonjakan terjadi pada para pejabat yang sama sekali tidak memiliki latar belakang pengusaha.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, lonjakan pada pejabat yang demikian tidak rasional.

“Menjadi tidak rasional jika murni hanya pejabat publik dan terjadi (lonjakan) saat pandemi,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis pagi (16/9).

Baca Juga  Ibu-ibu Pencinta HRS di Lampung Sambut Jokowi dengan Poster 'Bebaskan HRS', Langsung Dibawa ke Kantor Polisi

Dedi khawatir, kenaikan harta kekayaan para penjabat di masa pandemi Covid-19 sejalan dengan sistem hukum yang dibuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait anggaran penanganan pandemi Covid-19.

Misalnya, penerbitan Perppu Corona yang kini sudah menjadi UU 2/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

“Kondisi ini semakin meyakinkan publik, jika pandemi menjadi lahan ekonomi bagi sebagian orang,” tegasnya.

Baca Juga  Demokrat Diguncang Isu Kudeta, Pengamat: Kesempatan Bagi AHY Untuk Kembalikan Kejayaan Masa Lalu

“Indikasinya mulai dari korupsi seperti Mensos Juliari Batubara, atau pembagian uang terkait pasien Covid-19 seperti yang diterima bupati Jember Hendy Siswanto?” demikian Dedi Kurnia.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan