Iran: Damai dengan Israel, Masa Depan Berbahaya Menanti UEA
Garda Revolusi Iran.(via Sky News)

Iran: Damai dengan Israel, Masa Depan Berbahaya Menanti UEA

IDTODAY NEWS – Garda Revolusi Iran bersumpah bahwa akan ada konsekuensi berbahaya bagi Uni Emirat Arab ( UEA) setelah mengumumkan kesepakatan untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

UEA adalah negara di teluk Arab pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dan menjadi negara ketiga di Timur Tengah yang melakukan itu.

Garda Revolusi Iran menyebut kesepakatan itu sebagai perjanjian yang memalukan sekaligus tindakan jahat yang dijamin oleh AS sebagaimana dilansir dari Associated Press.

Baca Juga  Hanya Manjur 50,4 Persen, Malaysia Masih Pikir-Pikir Gunakan Sinovac

Pernyataan tersebut dilontarkan Garda Revolusi Iran melalui Sepah News pada Sabtu (15/8/2020).

Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa kesepakatan dengan Israel itu akan memperkuat pengaruh AS di Timur Tengah.

Mereka menambahkan kesepakatan itu akan membawa “masa depan yang berbahaya” bagi pemerintah UEA.

Presiden Iran Hassan Rouhani juga mengutuk tindakan UEA tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu, dia memperingatkan bahwa UEA telah membuat kesalahan besar melalui kesepakatan yang dibuat dengan Israel.

Baca Juga  China Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, Peringatan untuk AS

Rouhani memperingatkan kepada negara-negara di Teluk Arab agar tidak mengizinkan Israel memiliki “pijakan” di wilayah tersebut.

Pada Jumat (14/8/2020) Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut perjanjian itu adalah sebuah pengkhianatan yang menyakitkan terhadap Timur Tengah dan negara-negara lain di kawasan itu.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (13/8/2020) mengumumkan bahwa UEA dan Israel sepakat untuk berdamai dan menjalin hubungan diplomatik penuh.

Baca Juga  23 Orang Tewas Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 di Norwegia

UEA mengatakan keputusan tersebut diambil untuk mendorong upaya perdamaian dan menghapus rencana aneksasi Israel atas Tepi Barat yang diduduki.

Tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan cepat menolak anggapan itu dengan berkeras bahwa rencana pencaplokan hanya ditunda untuk sementara waktu.

Setelah perjanjian itu, Trump berharap akan ada lebih banyak lagi negara Arab dan Muslim untuk yang mengikuti langkah UEA.

Baca Juga  Menkes Jepang: 2 Warga Meninggal karena Vaksinasi Covid-19, Bukan karena Zat Asing

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan