Isu Presiden 3 Periode, Amien Rais Menuding, PDIP Nantang: Jangan Melantur

  • Bagikan
Amien Rais
Amien Rais. Foto repro Youtube

IDTODAY NEWS – PDIP menantang Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, yang menuding isu presiden 3 periode sengaja dimunculkan kembali oleh PDIP.

“Tunjuk hidung saja, siapa?” tantang Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Namun Djarot memastikan bahwa tudingan Amien Rais itu tidak lebih dari omongan yang melantur.

“(Isu presiden 3 periode) Yang jelas bukan PDI Perjuangan. Jangan melantur,” tegasnya.

Baca Juga  Raker Bareng Sri Mulyani, PDIP Singgung Kegagalan Tax Amnesty

Sebaliknya, anak buah Megawati Soekarnoputri ini menegaskan bahwa PDIP taat pada konstitusi.

Bahwa ada aturan pembatasan masa jabatan presiden sebagaimana tertuang jelas dalam Pasal 7 UUD 1945.

Dalam aturan tersebut, presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan selanjutnya.

“Awal gerakan reformasi bertujuan untuk mengakhiri pemerintahan Orba yang sarat dengan KKN, akibat tidak ada batasan masa jabatan secara jelas dan tegas dalam pasal 7 UUD 1945,” tekan Djarot.

Baca Juga  Ketum Golkar: Jokowi Siapkan Pondasi Kokoh untuk Generasi Berikutnya

Karena itu, PDIP meminta semua pihak tidak asal dan saling tuduh terkait isu presiden 3 periode.

Ada baiknya, semua tokoh bekerjasama dan bahu membahu membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 di tanah air.

“Lebih baik setiap tokoh bersinergi untuk mengatasi Covid-19,” tandasnya.

Tudingan Amien Rais

Sebelumnya, Amien Rais menuding bahwa isu presiden 3 periode sengaja dihembuskan oleh para pendukung Presiden Jokowi sejak 2019 lalu.

Baca Juga  Megawati Mesti Memperjelas Ideologi Partai, Agar PDIP Dan Jokowi Tidak Dituduh PKI

Itu disampaikan Amien dalam sambutan tausyiah politik tumpengan virtual pengesahan badan hukum Partai Ummat, Minggu (5/8/2021).

“Sesungguhnya rencana amandemen (UUD 1945, tentang masa jabatan presiden) sudah dibicarakan sejak tahun 2019 oleh tokoh-tokoh yang pro Jokowi itu,” tuding Amien.

Isu tersebut disebut Amien sengaja diturunkan untuk melihat penilaian publik oleh PDIP dan pendukung bukan formal.

Padahal, isu ini sebelumnya sudah mereda dan berangsur lenyap.

Baca Juga  Andi Arief: Hasto Kristiyanto Jadi Durno Di Balik Hubungan PDIP Dan Demokrat

“Kemudian setelah itu diangkat lagi oleh teman-teman PDIP, terutama bukan PDIP resmi, pendukung bukan formal. Ada oknum-oknum mendapatkan tugas testing on the water ,” kata Amien.

Tujuannya, kata Amien, tidak lain memberikan jalan bagi Presiden Jokowi untuk menjabat lima tahun lagi.

Akan tetapi, hal itu tergantung reaksi masyarakat. Jika masyarakat menolak atau negatif, isu amandemen untuk perpanjangan ini bakal otomatis menghilang.

Baca Juga  Krisdayanti Harus Diapresiasi, Jangan Dipersekusi atau Diintimidasi PDIP

“Ketika reaksi masyarakat negatif, kemudian itu menghilang,” jelasnya.

“Mungkin kehebatan sekaligus kelemahan dari kita punya cara berpikir yaitu memang short memory. Tergerak sebentar, kemudian pelan-pelan menghilang,” kata Amien Rais.

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan