Jhoni Allen: SBY Bukan Pendiri Demokrat, Ngasi Rp100 Juta Biar Ani Yudhoyono Punya Jabatan

Jhoni Allen: SBY Bukan Pendiri Demokrat, Ngasi Rp100 Juta Biar Ani Yudhoyono Punya Jabatan
Jhoni Allen Marbun. (pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan pendiri Partai Demokrat dan tidak pernah ikut berjuang untuk partai berlambang bintan mercy itu.

Demikian disampaikan kader Demokrat yang dipecat kubu DPP di bawah komando Agus Harimurti Yudhoyono (SBY), Jhoni Allen Marbun kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Bacaan Lainnya

“Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali, apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan,” tegas Jhoni Allen.

Berdasarkan sejarah, Partai Demokrat diaktanotariskan oleh 99 pendiri di Jakarta disusul para pendiri di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Perjuangan para kader dari Sabang sampai Merauke bersusah payah bekerja keras tidak mengenal lelah dan waktu untuk bekerja bersama- sama meloloskan Partai Demokrat pada verifikasi KPU sehingga menjadi peserta Pemilu 2004,” katanya.

Baca Juga: Andi Arief Bantah Kabar Dirinya dan Bappilu Demokrat Setujui KLB

Justru, kata anggota Komisi V DPR ini, SBY baru bergabung setelah Partai Demokrat lolos verifikasi pemilu dari KPU.

Baca Juga  Mahasiswa akan Demo Besar Jumat Nanti Lengserkan Jokowi, BEM SI Pusat Bilang Begini

Setelah itu, SBY memberikan uang Rp100 juta dalam bentuk travel check.

Itu dilakukan supaya sang istri Ani Yudhoyono bisa memiliki jabatan di Partai Demokrat.

“Dengan memasukkan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono sebagai salah satu wakil ketua umum dan hanya menyumbang uang Rp100 juta rupiah dalam bentuk empat lembar travel check yang diberikan di Hotel Mirah Bogor,” ungkapnya.

Saat ini, sabung Jhoni Allen, Partai Demokrat sudah menjadi partai keluarga.

Saat SBY menjadi ketua umum, ia mendapuk putra keduanya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menjadi sekretaris jenderal.

“Sudah tertanam di masyarakat bahwa Partai Demokrat telah dicap sebagai partai dinasti sejak KLB pertama di Bali tahun 2013, di mana Bapak SBY menjadi ketua umum dan anak kandungnya Ibas sebagai sekjen,” tegasnya.

“Ini baru pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia, di mana pengurus partai politik, Partai Demokrat, bapaknya, SBY ketua umum dan anakanya sebagai sekjen,” tandasnya.

Baca Juga: Ratusan Yahudi Radikal Bobol Masjid Al-Aqsa, Yordania Kecam Israel

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait