JK Pertanyakan Soal Cara Kritik Presiden Tanpa Dipanggil Polisi, Roy Suryo: Kandangkan Dulu BuzzerRp

JK Pertanyakan Soal Cara Kritik Presiden Tanpa Dipanggil Polisi, Roy Suryo: Kandangkan Dulu BuzzerRp
Roy Suryo menanggapi perihal pernyataan Jusuf Kalla yang mempertanyakan soal cara kritik Presiden tanpa dipanggil polisi.* /Instagram.com/@kmrtroysuryo2

IDTODAY NEWS – Pakar Telamatika KRMT Roy Suryo Notodiprojo atau lebih dikenal sebagai Roy Suryo menyoroti soal tanggapan Wakil Presiden ke-6 Jusuf Kalla (JK), yang mempertanyakan soal bagaimana cara masyarakat mengkritik Presiden agar tak ditangkap polisi.

Dalam cuitan yang diunggah Twitter @KRMTRoySuryo2 pada Jumat 12 Februari 2021, Roy Suryo mengungkapkan bahwa pemberitaan dan pernyataan Jusuf Kalla tersebut merupakan hak yang menarik.

Bacaan Lainnya

“Ini menarik, Mantan Wapres @Pak_JK mempertanyakan Bagaimana caranya masyarakat bisa Mengkritik Presiden @jokowi Tanpa dipanggil Polisi?” ujar Roy Suryo melalui Twitter @KRMTRoySuryo2 sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com pada Jumat 12 Februari 2021.

Lebih lanjut, Roy Suryo lantas menyampaikan usulan bahwa yang pertama harus dilakukan adalah memenjarakan para buzzer agar tidak liar.

“Usulan saya, mungkin yang pertama kandang-kan dulu BuzzerRp yang belum diberi Peneng itu, agar tidak Liar sendiri-sendiri…Selanjutnya apa Tweeps?” tambahnya.

Dalam cuitan lain, Roy Suryo juga mengungkapkan soal penemuan menarik soal penanda ‘Peneng’ yang digunakan oleh para Buzzer agar mudah diketahui oleh masyarakat dan para jubirnya yang tidak saling mengenal.

Baca Juga  Pengacara Jumhur Hidayat: Jaksa Polisi Halangi Perintah Pengadilan

Roy Suryo juga lantas menyebut bahwa bentuk ‘Peneng’ tersebut bermacam-macam, salah satunya menggunakan GPS.

“Tweeps, viral ini rupanya soal “Peneng” (Kalung Penanda) untuk BuzzerRp, agar mudah diketahui masyarakat & JubirRp yang (katanya) tidak kenal mereka? Macam-macam bentuknya, ada yang pakai GPS segala, mana yang cocok ya?” ujar Roy Suryo.

Tak hanya itu, dalam cuitan lainnya, Roy Suryo juga merespon pernyataan Jubir Presiden Fadjroel Rachman yang menegaskan bahwa buzzer yang disebut-sebut terkait dengan pemerintahan Jokowi tidak benar-benar ada dan sesuai dengan fakta.

Di sisi lain, beberapa pihak telah mengakui bahwasanya menjadi seorang influencer yang dibayar pemerintah untuk kepentingan tertentu.

“Tweeps, saya “Senyum” saja baca Statemen Jubir Presiden ini, sebab sudah diakui sendiri oleh salahsatu BuzzerRp, si Densi. Oleh sebab itu ingat khan, tahun lalu sudah ada Usulan agar BuzzerRp-BuzzeRp ini seharusnya diberi Peneng (Kalung Pengenal) ? Agar tidak hanya Majikannya saja yang tahu,” terang Roy Suryo.g pakai GPS segala, mana yang cocok ya?” ujar Roy Suryo.

Diketahui sebelumnya, Wakil Presiden RI ke-6 Jusuf Kalla (JK) mempertanyakan soal bagaimana pentingnya check and balance dalam pelaksanaan demokrasi.

Dalam hal ini JK juga menyinggung soal pernyataan Jokowi yang meminta masyarakat untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Baca Juga  Keganasan Polisi ke Jurnalis: Intimidasi, Hajar, Tangkap

Namun JK juga mempertanyakan soal bagaimana cara menyampaikan kritik kepada pemerintah tanpa ditangkap polisi.

“Harus ada check and balance, ada kritik dalam pelaksanaanya. Walaupun mendapat berbagai kritik beberapa hari lalu, Presiden mengumumkan ‘silakan kritik pemerintah’,” ujarnya dalam tayangan di kanal YouTube PKSTV DPR RI yang diunggah pada Jumat, 12 Februari 2021.

“Tentu banyak pertanyaan, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi.“Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita,” sambungnya.

Baca Juga: SBY Sindir Pemerintahan Jokowi Terkait Kritik, Jika Obatnya Tepat Maka Dosisnya juga Tepat

Sumber: pikiran-rakyat

Pos terkait