Joe Biden: China Akan Bayar Harga Mahal Atas Pelanggaran HAM di Xinjiang

Joe Biden: China Akan Bayar Harga Mahal Atas Pelanggaran HAM di Xinjiang
Presiden AS Joe Biden mengunjungi pusat vaksin COVID-19 di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, di Bethesda, Maryland, AS, Jumat (29/1). Foto: Alex Brandon/AP Photo

IDTODAY NEWS – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengancam China atas pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap etnis Muslim Uighur di Xinjiang.

“China akan membayar harga yang mahal akibat pelanggaran HAM,” kata Biden dalam sebuah acara tv nasional di AS, seperti dikutip dari Reuters.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Aturan Baru Partai Komunis China: Anggota Taat Agama Harus Hengkang

Komentar Biden disampaikan untuk merespons dugaan adanya detensi bagi minoritas Muslim Uighur yang didirikan Pemerintah China.

Biden mengatakan, sudah menjadi tugas AS untuk bersuara dan bertindak bila ada pelanggaran HAM di dunia.

Oleh sebab itu, AS kini sedang menjalin kerja sama dengan berbagai negara lain. AS ingin agar tekanan komunitas internasional dapat membuat China melindungi HAM etnis Muslim Uighur.

Baca Juga  China Larang Simbol Islam di Sanya, Siswi Tak Boleh Pakai Jilbab

“China berusaha keras untuk menjadi pemimpin dunia dan untuk mendapat predikat itu mereka mesti mendapat kepercayaan negara lain,” ujar Biden.

“Selama mereka terlibat dalam aktivitas bertolak belakang dengan HAM maka akan sulit bagi mereka untuk mendapat predikat tersebut,” kata Biden.

Pada Februari ini, Biden telah berkomunikasi dengan Presiden Xi Jinping.

Masalah Xinjiang menjadi salah satu bahan pembahasan yang diangkat oleh Biden.

Baca Juga  JK Dekat Dengan Joe Biden, Syaifullah Tamlifa: Jangan-jangan Ada Juga Pejabat Yang Dekat Dengan China

Sementara itu, China berulang kali membantah adanya detensi etnis Muslim Uighur. Mereka menyebut, yang ada Xinjiang adalah pusat vokasi bertujuan untuk mencegah radikalisme.

Baca Juga: Tak Gentar Dengan Militer, Demonstran Myanmar: Kami Harus Berjuang Sampai Akhir!

Sumber: kumparan.com

Pos terkait